Beda cara Ridwan Kamil dan Sandiaga bahagiakan mereka yang jomblo
Merdeka.com - Bagi sebagian orang, hidup tanpa pasangan alias jomblo, sungguh menyedihkan. Beragam hal menarik yang seharusnya bisa dilewati dengan seorang kekasih hati, terpaksa dilalui seorang diri.
Ingin membuat derajat hidup para jomblo lebih bahagia, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, punya cara tersendiri. Mereka membuat sejumlah program kerja yang tujuannya membuat para jomblo lebih percaya diri.
Ridwan Kamil lebih dulu membuat proyek bagi para jomblo di Kota Bandung dengan membuat sebuah taman di persimpangan Jalan Tamansari-Balubur, Bandung. Taman Jomblo dibuat dengan konsep tempat duduk single yang hanya bisa diduduki satu orang.
"Saya pada dasarnya memahami perasaan para jomblo dan populasinya yang sangat banyak, sehingga saya fasilitasi daripada di rumah lama peluk bantal guling, saya kasih tempat agar bisa kumpul dengan sesamanya," ujar Ridwan Kamil, saat meresmikan taman awal Januari 2014 silam.
Di taman itu, Emil memberikan fasilitas Wifi bagi yang ingin berselancar dengan internet. Agar lebih indah dan menarik, tiga patung diletakkan di sekitar taman.
Emil juga menyediakan sarana bagi muda-mudi yang ingin mengasah kemampuan melalui papan skateboard. Emil menjelaskan mengapa Taman Jomblo dibuat di bawah jembatan ikon Bandung itu.
"Dipilih di sini biar enggak kehujanan, kan sudah jomblo kalau kehujanan tragis. Jadi dilarang pacaran di taman jomblo ini ya," jelasnya sembari bercanda.

Taman Jomblo ©2014 merdeka.com/sayandri
Taman Jomblo adalah mimpi Emil untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Bandung. Melalui sarana taman, ia berharap orang tak melulu main ke mal.
"Ini untuk mewadahi warganya, dalam meningkatkan kebahagiaan, agar manusia itu bisa berinteraksi dengan alamnya," terang dia.
Jika Emil membuat taman, Sandiaga punya ide berbeda bahagiakan muda muda jomblo di Jakarta. Dia akan membuatkan Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) yang nantinya akan terintegrasi dengan program andalannya OK OCE dan DP rumah 0 persen.
"Dengan OK OCE semoga mereka bisa mendapat penghasilan yang lebih baik. Dengan begitu, bisa membuat calon mertua lebih tertarik," jelas Sandi.
Dicanangkannya Kartu Jakarta Jomblo, kata Sandi, merupakan tanggapan dari video yang sempat viral melalui video di opini.id. Sandi merasa hal tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat di Jakarta.
"Kami rasa ini suatu aspirasi yang kita tangkap," sebutnya.

Sandiaga Uno hadiri acara Speaker Fun Try Out ©2017 merdeka.com/rendi perdana
Sandi berharap dengan kartu ini bisa mempertemukan para jomblo dengan jodohnya. Sayangnya, Sandi hanya memberlakukan program ini untuk enam bulan saja.
"Ini lagi kita kaji, karena ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para jomblo. Mudah-mudahan semua bisa mendapat kesempatan mencari jodohnya.""Ini sebuah fenomena yang ada di Jakarta. Salah satu tuntutannya belum mendapat jodoh. Mungkin di RPTRA ada kegiatan mencari jodoh yang dibungkus dengan taaruf yang terbuka, dan silaturahmi," jelas Sandi.Dia optimis kartu jomblo ini disambut baik khususnya buat muda muda di Jakarta. Bahkan, kata Sandi, bukan tidak mungkin mereka yang memegang kartu jomblo dengan segala fasilitas yang diberikan, membuat mereka lebih berani meluluhkan hati wanita."Karena kalau terlalu lama jomblo dapat menimbulkan stres, yang jomblo harus cari pasangan dan kartu jomblo ini adalah fasilitas mereka untuk mencari pasangan. Kita juga ingin jomblo pas lagi mencari jodoh lebih percaya diri, karena punya rumah sendiri dan mertua juga pasti akan lebih tertarik, mereka pasti memiliki anggapan yang bagus kalau calon menantunya itu sudah punya rumah sendiri," ujar Sandi sambil tertawa.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya