Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayi Tewas dengan Luka Lebam Tinggal Bersama Ayah Tirinya

Bayi Tewas dengan Luka Lebam Tinggal Bersama Ayah Tirinya Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Balita malang, Kuina Latisa Ramadhani (1,5) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar pada Jumat (18/1) di kios kontrakan orangtuanya di kawasan Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periok, Kota Tangerang. Kuina ditemukan oleh pemilik kontrakan, Umi Kalsum (60).

Diketahui,Umi sempat membawa Kuina ke RS Bunda Sejati, tak jauh dari rumah kontrakan korban. Namun nyawa Kuina tidak bisa diselamatkan. Pihak rumah sakit, kata Umi, curiga kematian balita itu tidak wajar karena ditemukan sejumlah luka lebam di wajah dan tubuhnya.

Menurut Umi kejadian itu mulai diketahui saat anaknya Ratno (31) mendatangi kios sekaligus tempat tinggal orang tua korban pada Jumat (18/1). Ratno datang untuk menagih uang listrik kios yang sudah disewa orang tua korban selama enam bulan.

"Saat di dalam, anak saya melihat balita itu tergeletak di atas kasur. Sedangkan orangtuanya berserta keluarga hanya melihat balita itu saja. Anak saya curiga terus melapor ke saya," kata Umi ditemui dirumahnya, Sabtu (19/1).

Setelah mendapat kabar dari anaknya,Umi langsung mendatangi kios yang disewa orangtua Kuina. Dia memeriksa Kuina yang sudah tergeletak lalu menggendongnya. Kata Umi, ketika ditanya apa yang terjadi, kedua orangtua korban hanya terdiam.

"Pas saya gendong dan periksa denyut nadinya tidak ada. Terus saya sarankan agar balita itu dibawa ke rumah sakit Bunda Sejati tak jauh dari sini. Tapi orang tuanya diam saja, lalu dia ngomong untuk minta uang ke rumah sakit, saya jawab bawa saja dulu ke rumah sakit," ujarnya.

Umi mengungkapkan Kuina tinggal bersama Ibunya, Rosita Ayah tirinya Wage. Sepengetahuan Umi, Kuina baru saja dirawat oleh Ibu kandungnya sendiri, setelah sebelumnya di rawat oleh kerabatnya di Cirebon.

Ia mengaku selama ini tidak pernah mendengar atau melihat langsung aksi penganiayaan yang dilakukan penghuni kios kontrakannya. Tambah Umi, orangtua Kuina juga sangat tertutup.

“Almarhumah baru saja dirawat Ibunya, sejak lahir, Kuina dirawat kerabatnya di Cirebon dan anak ini baru diambil dari kerabatnya, belum lama tinggal sama ibunya," ungkapnya.

“Orangtuanya tertutup. Setiap hari ibunya berjualan pempek Palembang, kalau suaminya ojek online," ucapnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP