Bayi Septi Saraswati kritis, diduga kena peluru nyasar
Merdeka.com - Septi Saraswati, bayi berusia 16 bulan, warga jl Bontoduri V, Kecamatan Tamalate, Makassar kritis di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar setelah Jumat subuh tadi, (2/2) pukul 04.30 wita pangkal pahanya diduga kena tembak peluru nyasar.
Sebelumnya, putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Suriani, (38) dan Sugeng Ramdani, (41), ini dilarikan ke RS Labuang Baji. Namun paramedis di rumah sakit itu tidak melakukan tindakan medis cukup berarti karena kurangnya peralatan. Bayi Septi hanya dipasangi infus dan foto rountgen.
Sugeng Ramdani saat di RS Wahidi Sudirohusodo mengatakan, bagian tubuh bayinya yang luka itu 3 centimeter di atas kelaminnya tembus ke pangkal paha kiri.
"Seperti luka peluru, ada proyektil bersarang. Mau dioperasi untuk diangkat," kata Sugeng.
Suriani, ibu korban juga sempat beri sedikit keterangan saat didatangi penyidik. Dikatakan, tiba-tiba saja popok bayinya berdarah.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan yang dikonfirmasi menjelaskan, pihak tengah mendalami kasus itu. Bersama timnya ke lokasi kejadian pagi tadi dan langsung melakukan olah TKP.
"Ini masih tahap penyelidikan, saya tidak mau katakan kalau itu peluru yang melukai bayi ini karena memang belum ada kesimpulan. Dan kini korban bayi ini tengah menunggu jadwal operasi untuk mengangkat sesuatu yang diduga sebuah benda yang masuk ke tubuhnya," kata AKBP Anwar Hasan.
Adapun hasil olah TKP, tambah AKBP Anwar Hasan, ditemukan lubang di atas seng tapi belum dipastikan itu lubang bekas peluru atau yang lainnya. Hanya saja, di rumah kos keluarga korban ini hanya tertutupi seng tanpa dilapisi plafon.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya