Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayi sebelas hari ditinggal ibu kandung di salon

Bayi sebelas hari ditinggal ibu kandung di salon Ilustrasi bayi. ©2012 Shutterstock/herjua

Merdeka.com - Bayi perempuan berusia sebelas hari, ditinggalkan ibu kandungnya kepada pemilik Salon Indah, Indah (30). Salon ini berada di Pasar Balai Akad, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Indah mengatakan, bayi tersebut dititipkan ibunya sekitar pukul 10.30 WIB. Ibunya berdalih hendak membeli makanan di pasar dekat salonnya. "Saat itu, orang tua bayi menitipkan ke saya. Melihat anak itu tidur, saya minta dia membawa ke kamar. Lalu dia mencium dan memeluk bayi malang tersebut sebelum pergi," kata Indah kepada antara, Minggu (24/11).

Setelah dua jam, orang tua bayi tidak kunjung datang. Bayi yang awalnya tenang akhirnya bangun akibat ada suara bising dari pengunjung. Karena bayi menangis, akhirnya Indah menitipkan kepada kakaknya, yang tinggal di sebelah salonnya.

"Orang tua anak ini tidak muncul-muncul. Kakak saya menghubungi anggota Polsek Tanjung Raya. Beberapa menit kemudian anggota Polsek Tanjung Raya datang dan membawa bayi itu ke Puskesmas Maninjau," katanya.

Sebelum anggota Polsek Tanjung Raya datang, Emrizal (30) warga Jorong Tanjung Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, yang merupakan paman bayi tersebut datang ke lokasi. Dia mengatakan bahwa bayi malang itu anak dari kakaknya, Ny Masni (32) berdomisili di Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.

"Masni sudah beberapa hari tinggal di rumah dalam keadaan hamil tua. Pada Kamis (14/11), dia melahirkan anak perempuan dan setelah sebelas hari pamit untuk pulang ke Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Dia pamit kepada orangtua saya pada Minggu pagi," katanya.

Emrizal menambahkan, dia sudah menghubungi Masni melalui telepon seluler agar menjemput anaknya yang keempat yang dibawa polisi dan dititipkan ke Puskesmas Maninjau.

Menurut dia, Masni sengaja meninggalkan anaknya kemungkinan karena masalah keluarga dengan suaminya, karena saat melahirkan anaknya, suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai sopir travel tidak menjenguk istri dan anaknya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Maninjau Desi Lina mengatakan, saat ini kondisi bayi dengan berat 3,5 kilogram tersebut dalam keadaan sehat. Namun mengalami pendarahan pada pusat, karena tali pusat anak ini belum lepas.

"Bayi ini sudah bisa dibawa pulang, karena pendarahan tidak begitu parah," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raya, Bripka Isman Bukari mengatakan, bayi tersebut akan diserahkan kepada orang tuanya dan pihaknya minta agar tidak mengulang perbuatan tersebut. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP