Bawa lelaki ke dalam indekos, pelayan kafe menangis saat digerebek
Merdeka.com - Sedang asyik berduaan bersama seorang pria yang diduga selingkuhannya, Marleni (23) hanya bisa menangis menutup wajahnya saat diamankan petugas kepolisian Polsek Mendoyo, Jembrana Bali.
Marleni yang diketahui bekerja sebagai pelayan di salah satu kafe yang ada di Desa Delod, Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana hanya bisa menunduk saat petugas meminta identitas dirinya.
"Karena tidak memiliki KTP, wanita asal Bandung itu diamankan di Mapolsek Mendoyo untuk interogasi lebih lanjut," terang Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Muh Yaqin, Selasa (12/7).
Menurut Yaqin, petugas yustisi juga mengamankan pria yang sekamar dengan wanita tersebut yang diketahui bernama Asep Priatna (40), asal Bandung ke Polsek Mendoyo.
Lanjut Yaqim, keduanya diamankan di indekos milik Ida Bagus Kade Putra, yang berlokasi di Banjar Dauh Marga, Desa Delod Berawah, Mendoyo.
Lanjut Yaqin dari keterangan Marleni, dia masuk Bali tanpa membawa KTP dan bekerja sebagai pelayan sejak Februari 2016. Lolos dari pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk karena bekerja sama dengan sopir bus sehingga tidak diperiksa.
"Saya bayar lebih uang untuk bisa lolos di Pelabuhan Gilimanuk. Bayarnya ya sama sopir bus, tidak tau sopir bus negonya dengan siapa," akunya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya