Baru seminggu bekerja, PSK di bawah umur belum diupah muncikari
Merdeka.com - Prostitusi terselubung berkedok wisma di wilayah Prigen, Pasuruan, Jawa Timur sudah beroperasi lebih dari setahun. Meski demikian, empat PSK yang masih di bawah umur diketahui baru bekerja di sana.
"Seperti empat anak di bawah umur itu baru dipekerjakan sebagai PSK sekitar seminggu. Korban belum mendapatkan komisi, karena pendapatannya sebagai PSK diambil oleh pemilik wisma untuk mengganti biaya seperti pembelian handphone, baju, make up," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono di Surabaya, Selasa (26/4).
Informasi dari sumber lain menyebutkan korban direkrut dan dijual oleh perekrut di Purbalingga, Jateng, lalu dijual ke muncikari di Prigen Pasuruan, dengan ikatan utang dengan muncikari.
Hingga kini, Polda Jatim terus mengembangkan kasus prostitusi di bawah umur itu, termasuk mencari jaringan pelaku perdagangan orang.
Sebelumnya diberitakan, Unit Subdit Remaja Anak dan Wanita (Reknata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, melakukan penggerebekan Wisma Artomoro, Tretes, Pasuruan. Pasalnya, mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PSK.
Dari penggerebekan yang dilakukan polisi satu pekan lalu, mengamankan sembilan perempuan yang bekerja di Wisma Artomoro. Lima pemandu penyanyi yang merangkap PSK berusia 25 tahun hingga 30 tahun. Kemudian empat masih di bawah umur, usianya 15 tahun hingga 17 tahun.
Selain itu, seorang kasir sekaligus sebagai muncikari HR, warga Tretes, Pasuruan dan pemilik wisma yang menyediakan tempat untuk dijadikan bisnis esek-esek yakni Dila juga ikut diamankan, dan dijadikan sebagai tersangka.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya