Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bareskrim Tunggu Kehadiran Abu Janda Hari Ini Pukul 10.00 WIB

Bareskrim Tunggu Kehadiran Abu Janda Hari Ini Pukul 10.00 WIB Kabiro Penmas Brigjen Rusdi Hartono. ©ANTARA/ HO-Polri

Merdeka.com - Bareskrim Polri panggil Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda, pada Senin (1/2). Pemanggilan ini terkait kasus cuitan bernada SARA yang menyebut 'Islam arogan'.

Diketahui, Abu Janda kembali dilaporkan yang kedua kalinya oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke Bareskrim Polri. Laporan pertama terkait kasus rasisme kepada Natalius Pigai pada Kamis (28/1) dengan nomor laporan LP/B/0052/I/2021/BARESKRIM dan laporan kedua terkait unggahan status Islam arogan dari Arab, pada Jumat (29/1) dengan nomor laporan LP/B/0056/I/2021/BARESKRIM.

"(Rencana pemanggilan terhadap Abu Janda) jam 10," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/2).

Namun, ia belum bisa memastikan apakah Abu Janda bakal hadir atau tidak. Karena, memang belum ada kabarnya terkait hal tersebut.

"(Konfirmasi hadir atau tidak) Penyidik menunggu yang bersangkutan," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri melayangkan panggilan kepada Permadi Arya atau yang lebih dikenal dengan Abu Janda atas kasus cuitan bernada SARA yang menyebut 'Islam arogan'. Pemeriksaan terhadap Abu Janda dijadwalkan pada Senin, 1 Februari 2021.

"Benar dilayangkan panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan 'Islam arogan'," kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1).

Abu Janda Sebut Islam Arogan

Diketahui, Abu Janda telah menuliskan kalimat 'Islam arogan' di akun media sosial Twitter milik pribadinya.

Cuitan itu berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain. Awalnya, Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Kemudian, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan tersebut dipublikasikan hari Minggu (24/1).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1).

Lantas, Abu Janda pun membalas cuitan Tengku Zulkarnain tersebut. Dia menyebut ada Islam yang 'arogan', karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Atas cuitan itulah, kemudian Abu Janda dilaporkan kembali yang kedua kalinya oleh DPP KNPI ke Bareskrim Polri pada Jumat (29/1) kemarin.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP