Bareskrim janji tindaklanjuti laporan Sutiyoso terlibat Kudatuli
Merdeka.com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Budi Waseso berjanji melakukan pemeriksaan terhadap laporan dugaan keterlibatan calon Kepala BIN Sutiyoso dalam penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau dikenal dengan sebutan Kudatuli. Menurut dia, saat ini anak buahnya sedang memeriksa berkas yang dilaporkan oleh LSM beberapa waktu lalu.
"Soal berkas itu saya sudah suruh untuk cek, kelanjutannya di mana dan bagaimana. Karena kan itu kejadian sudah lama," tutur Budi Waseso, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).
Dalam melakukan peninjauan terhadap peristiwa 9 tahun silam tersebut, Budi Waseso membutuhkan waktu untuk mencari tahu posisi kasus tersebut apakah sudah kedaluwarsa atau belum, mengingat kasus ini terjadi di zaman Presiden Soeharto.
"Kita telusuri lagi, kita lihat kasusnya sampai mana. Berkasnya perlu dicek, bagaimana administrasinya," tegas Waseso.
Diketahui, beberapa perwakilan korban kasus 27 Juli mendatangi Bareskrim dalam rangka melakukan protes keras atas pencalonan Sutiyoso sebagai kepala BIN dan sekaligus meminta kejelasan soal posisi penyidikan peristiwa 27 Juli yang sudah 19 tahun silam ditangani oleh Polri dan Tim Koneksitas yang dibentuk tahun 2000 silam.
Pada tahun 2005 kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, tapi sayangnya setelah itu bagaimana kelanjutan kasus tidak diketahui. Hingga saat ini Sutiyoso yang dicalonkan sebagai kepala BIN itu dinilai masih berstatus tersangka.
"Sutiyoso ini masih tersangka, pidananya bukan tipiring menyangkut nyawa orang. Kami protes keras dan tolak Sutiyoso jadi Kepala BIN. Kami minta Kapolri dan Jaksa Agung menyelesaikan pemberkasan demi kepentingan penuntutan atas Sutiyoso guna dimintai pertanggungjawabannya," kata koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya