Bareskrim buru penyebar isu rush money
Merdeka.com - Isu rush money alias penarikan uang dari bank secara besar-besaran (massal) belakangan ramai beredar jelang demonstrasi 25 November dan 2 Desember nanti. Isu berbau provokatif ini menyebar dengan cepat lewat media sosial.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setia mengungkapkan sampai saat ini kondisi masih kondusif, belum ada warga yang menarik dananya dari bank.
"Di medsos kita lihat terkait aksi 25. Ada masyarakat yang kemudian memprovokasi tapi belum ada gerakan dari masyarakat yang menarik dana," kata Agung di gedung Bareskrim, Jakarta, Senin (21/11).
Agung menjelaskan bahwa orang menarik dananya di bank hakekatnya jika ada masalah di bank tersebut. Sedangkan saat ini bank di Indonesia tidak ada yang bermasalah.
"Uang kalau dipegang kan risikonya besar bisa hilang, dicopet, dll. Harus dipahami, sistem kita sudah canggih sudah banyak yang online jadi akan rugi jika dia tidak punya dana lagi di bank," kata Agung.
Pihak Bareskrim akan segera menelusuri siapa provokator yang menyebarkan isu rush money. "Tim cyber kita sedang bergerak. Sanksi pidana dan kontruksi hukum yang ada akan diberlakukan karena ini adalah hal yang bersifat menyebarkan informasi tidak benar," tandasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya