BAPETEN yakinkan tenaga nuklir aman digunakan
Merdeka.com - Keamanan penggunaan energi nuklir saat ini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus pemerintah. Kesadaran akan hal tersebut sepenuhnya tercapai ketika para pemangku kepentingan di semua tingkat nasional, organisasi maupun masyarakat mengetahui dan memahami mengenai keamanan nuklir.
Terkait hal itu, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menggelar diskusi bertajuk 'National Awareness Meeting on Nuclear Security for Senior Officials' di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Acara tersebut dibuka oleh Kepala BAPETEN, Jazi Eko Istiyanto.
Dalam acara tersebut, BAPETEN menggandeng International Atomic Energy Agency (IAEA) yang merupakan institusi induk dunia yang mengatur pemanfaatan tenaga nuklir, baik untuk militer maupun non militer. BAPETEN ingin meyakinkan para pengambil kebijakan bahwa pemanfaatan tenaga nuklir aman bila digunakan sesuai prosedur.

Salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat keamanan nuklir yaitu dengan mengikuti KTT Keamanan Nuklir. Sekaligus sebagai penguat penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.
"Dari KTT Keamanan Nuklir yang diadakan di Washington DC pada tahun 2010, penting untuk menggarisbawahi kebutuhan memperkuat penggunaan energi nuklir guna tujuan damai. Presiden kami telah membuat komitmen yang kuat selama KTT Keamanan Nuklir Ketiga di Seoul pada 2014," kata Jazi.
Sekretaris Eksekutif BAPETEN Hendriyanto Haditjahyono mengatakan bahwa lembaganya bertanggung jawab dalam tiga hal yaitu, safety, security, dan safeguard. Dalam pemanfaatan tenaga nuklir yang diutamakan adalah aspek keselamatan bagi seseorang agar tidak terpapar radiasi. Tetapi selain memperhatikan manusianya, BAPETEN juga melindungi atau menjaga sumber dari radioaktif tersebut agar tidak terjadi hal hal seperti pencurian. Yang terakhir adalah safeguard, yaitu pencatatan bahan-bahan nuklir yang ada di Indonesia.

"Tiga aspek ini yang menjadi pengawasan BAPETEN. Tidak hanya safety. selama ini yang dikenal BAPETEN mengawasi masalah keselamatan. Tidak. Kita juga ada safety, security, dan juga safeguard," kata Hendriyanto.
Indonesia sendiri sudah cukup lama dalam memperkuat keamanan nuklir. Melalui pengembangan Nuclear Security Support Plan (INSSP) yang telah disetujui pada tahun 2012. Dengan ini Indonesia memiliki kemampuan dan kekuatan dalam infrastruktur keamanan nuklir. Seperti pemasangan alat pendeteksi radioaktif, Radiation Portal Monitor (RPM) di beberapa pelabuhan di Indonesia. Ada juga Radiologicak Data Monitoring System (RDMS) untuk mendeteksi tingkat paparan radiasi. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya