Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak warga masih buang sampah sembarangan di Jalan Sukarno

Banyak warga masih buang sampah sembarangan di Jalan Sukarno Jalan Sukarno. ©2015 Merdeka.com/Iman

Merdeka.com - Jalan Sukarno, Bandung, yang terletak di sebelah Gedung Merdeka Museum Konperensi Asia-Afrika banyak mendapat sanjungan. Tapi jalan yang berada di pinggir Sungai Cikapundung ini masih ditemukan sampah berserakan.

Di jalan yang diresmikan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November lalu itu terdapat titik-titik yang menjadi tempat “parkir” sampah seperti bungkus makanan ringan, cangkang rokok, gelas plastik bekas kopi, botol minuman kemasan, kantong keresek. Begitu juga di dalam sungai, sampah-sampah terdampar di bebatuan.

Sedangkan di bawah kursi yang dipasang di kiri kanan jalan banyak ditemukan puntung rokok berserakan. Pemandangan tersebut kontras dengan penataan jalan yang apik, lantai jalan bukan dari aspal tapi dari paving block berwarna, poster-poster Soekarno dan tokoh negara dipasang di sana-sini.

“Lingkungan Jalan Sukarno sudah lumayan rapi, daripada tahun-tahun sebelumnya, sekarang sudah direnovasi. Tapi masih banyak yang belum peduli, masih banyak sampah berserakan,” kata salah seorang warga Bandung, Desta Dani Syarif di Jalan Sukarno, Selasa (17/11).

Pemuda 20 tahun tersebut menyayangkan masih ada pejalan kaki atau yang nongkrong membuang sampah sembarangan. “Kepedulian warga menjaga lingkungan masih harus ditingkatkan lagi. Jangan cuma ingin menikmati ruang publik tapi tidak dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak mungkin hanya mengandalkan petugas kebersihan kota atau relawan. “Kan kasihan petugas kebersihan terus-terusan membersihkan tapi kita penikmatnya tidak peduli,” tambahnya.

Ia juga menyarankan, penataan Jalan Sukarno harus ditingkatkan. Sebab, masih ada pengendara roda dua yang melintas. “Kan ini ditutup, khusus pejalan kaki, motor juga enggak boleh masuk. Tapi masih saja ada motor yang masuk,” katanya.

Warga lainnya, Algi Febri, 18 tahun, menyambut baik dengan penataan jalan dengan nama baru tersebut. Senada dengan Desta, ia menyayangkan masih banyak titik-titik di sekitar jalan menjadi tempat buang sampah sembarangan. “Lingkungannya kurang bersih, banyak sampah,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran warga memang harus ditingkatkan. Misalnya, menjaga fasilitas publik agar tidak mudah rusak. “Banyak kan kursi-kursi yang dirusak atau sudah rusak. Jadi masih banyak yang kurng sadar,” katanya, mengacu pada beberapa kursi berbahan kayu dan besi beberapa bautnya ada yang copot.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP