Banyak SPBU di sepanjang jalur Puncak kehabisan stok BBM
Merdeka.com - Tak hanya menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membuat masyarakat panik, sehingga harus memborong premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Turunnya harga BBM juga membuat masyarakat berbondong-bondong memburunya, sehingga kelangkaan terjadi dan itu dikeluhkan warga Puncak (Ciawi-Megamendung-Cisarua), Rabu (06/01).
Berdasarkan pantauan, sejumlah SPBU di Puncak yang mengalami kelangkaan yakni di SPBU Seseupan, Gadog dan Cibogo, (Ciawi-Megamendung), tak sedikit warga setempat yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat kecewa sehingga harus balik lagi karena stock premium, bahkan pertamax habis.
"Waduh, kalau seperti ini bingung saya kalau seperti ini harus cari premium ke mana," ujar Yayah (56), warga Ciawi, Kabupaten Bogor saat ditemui di SPBU Seseupan, Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (06/01).
Hal senada diungkapkan Dadang, 49, warga Cikopo, Cisarua, Kabupaten Bogor yang sudah mencari beberapa SPBU di sepanjang jalur Puncak, namun terpaksa harus balik lagi karena langkanya premium.
"Iya nggak tahu saya sudah tiga SPBU, premium habis semua. Nggak tahu kenapa," tandasnya.
Sementara itu, Pengelola SPBU Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Arman mengaku, kosongnya bahan bakar premium dan pertamax karena telat pengiriman dari Pertamina. Habisnya dua jenis bahan bakar tersebut dimulai dari pukul 11.00 WIB, Selasa (06/01).
Padahal menurut, Arman kiriman pesanan atau delivery order (DO) dari Pertamina dikirim sebelum pukul 11.00 WIB. Namun hingga pukul 15.00 WIB, DO untuk premium dan pertamax belum juga tiba.
"Biasanya setiap dua hari maksimal pengiriman sudah datang. Kami tunggu dari jam 11 pengiriman belum juga datang," kata Arman saat ditemui di kantornya.
Selama empat jam lebih, masih kata dia, sudah ratusan kendaraan yang tadinya ingin mengantri akhirnya menyerah dan melanjutkan perjalanan. Beberapa kendaraan roda empat masih bertahan dan menunggu pengiriman datang. Sebab, para pengendara mengaku sudah kehabisan bahan bakar dan khawatir jika melanjutkan perjalanan akan mogok di tengah jalan.
Arman pun mengaku telah memberitahukan kepada sejumlah pengendara yang menunggu di depan SPBUnya, bahwa pengiriman biasanya tidak melebihi dari jam 11 siang.
"Tapi mereka sudah nunggu lebih dari 4 jam, saya juga enggak enak. Akhirnya tadi saya beritahukan lagi mohon maaf kalau telat, biasanya selalu tepat waktu," tandasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya