Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak saingan, musik Rhoma tetap eksis sampai sekarang

Banyak saingan, musik Rhoma tetap eksis sampai sekarang Rhoma Irama. ©kapanlagi.com

Merdeka.com - Musik yang diusung oleh Rhoma Irama pada tahun 1970-an seolah tanpa tandingan. Padahal waktu itu, orang lagi gandrung-gandrungnya menyukai musik rock.

"Tahun 70-an Rhoma mampu melakukan inovasi musik. Dia juga mampu menggabungkan musik rock dengan orkes Melayu waktu itu," kata Pengamat Musik Bens Leo kepada merdeka.com, Minggu (18/11).

Musik Rhoma bukan tanpa saingan. Tahun 70-an, orang Indonesia juga sedang menyukai musik rock seperti God Bless. Band rock ini digawangi oleh Ahmad Albar.

"Tapi pangsa pasarnya beda. Yang satu rock dan yang satu dangdut. Karena dangdut adalah musik unik waktu itu, maka musik Rhoma langsung bisa diterima pasar," ujarnya.

Selain God Bless, ada juga The Rollies. Sebuah grup musik pop soul funk asal Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967. Grup musik ini juga populer di era 60-an sampai dengan awal 80-an.

"Di sini Rhoma bisa berinovasi berbeda meski banyak aliran musik lain. Inovasi temanya macam-macam, temanya ada tentang pemilu, kritik sosial dan lain-lain," katanya.

Sementara menurut Ahmad Albar, Rhoma adalah pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock. Tidak hanya rock yang dikawinkan musiknya Rhoma, tapi juga musik pop, India, dan orkestra juga. "Inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiliki cita rasa yang berbeda," ujarnya.

Sejarah pun mengukir, sampai sekarang musik Rhoma tetap eksis di tengah gempuran aliran musik barat. Industri musik dangdut meski tidak segemilang dulu, tapi tetap dicintai.

"Sampai sekarang penggemar musik dangdut masih ada. Punya segmen sendiri," ujar Bens Leo. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP