Banyak kekerasan seksual anak, Mensos miris sanksi masih longgar
Merdeka.com - Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak membuat Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, khawatir. Kekerasan seksual pada anak memang bukan kasus baru, namun, kata dia, sering kali mereka meremehkan sebuah fakta.
"Baru ketika ada kekejaman dan sadis baru kita terkaget. Sanksi masih longgar dan perlu direvisi," ucap Khofifah kepada awak media di halaman GOR Rawa Badak, Semper, Jakarta Utara, Kamis (19/5).
Dia ingin pemerintah memberikan terapi bagi korban maupun pelaku tindak pelecehan seksual.
"Pemerintah harusnya juga beri psychosocial terapi bagi korban maupun pelaku yang karena mereka juga trauma. Ada juga pelaku yang dalam kondisi traumatik sehingga harus juga diterapi," ungkapnya.
Ditambahkannya, ia menginginkan adanya pemberatan hukuman pada pelaku pelecehan seksual dan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat.
"Opsi konten penambahan hukuman pemberatan hukuman sampai pada mati dan seumur hidup, publikasi identitas pelaku, serta kebiri kimiawi. Serta layanan tempat pengaduan yang lebih mudah diakses masyarakat," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya