Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak kekerasan pelajar akibat peran keluarga semakin sedikit

Banyak kekerasan pelajar akibat peran keluarga semakin sedikit Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Maraknya kasus kekerasan melibatkan pelajar atau lazim disebut klitih di Yogyakarta, telah banyak menelan korban. Baik korban luka hingga berujung tewasnya seorang pelajar.

Melihat fenomena klitih ini, dosen Sosiologi Kriminal UGM, Suprapto menganggap perlu memaksimalkan kembali peran keluarga. Selama ini, menurut Suprapto, peran keluarga atau orang tua dalam memantau perkembangan dan kegiatan anak dalam kesehariannya semakin berkurang.

"Sisi internal fungsi keluarga semakin menipis belakangan ini. Yakni fungsi keluarga dalam hal sosialisasi, pendidikan, budaya, nilai dan norma," papar Suprapto, Rabu (15/3) malam.

Menipisnya fungsi keluarga, lanjut Suprapto, menyebabkan anak tak punya banyak bekal saat berinteraksi dengan kelompok bermain atau masyarakat luas. Kondisi tersebut dianggap Suprapto sangat memungkinkan mendorong seorang pelajar atau anak salah memilih lingkungan maupun teman bermain.

"Kondisi ini akan membuat anak terwadahi dalam kelompok tertentu seperti geng pelajar maupun geng lainnya. Nah, selama berada di geng itu akan ada indoktrinasi untuk melakukan kekerasan," papar Suprapto.

Untuk mencegah aksi klitih, urai Suprapto memerlukan sinergitas antara keluarga, pemerintah dan masyarakat. Sebab, kadangkala korban juga ikut andil salah karena memberlakukan teori kesempatan yang artinya korban klitih masih berada di luar rumah saat larut malam. Hal ini bisa dilihat kasus yang terjadi akhir-akhir ini terjadi di atas tengah malam

"Untuk itu perlu peran keluarga ikut memantau anaknya. Terutama bagi para pelajar dalam bergaul dan keluar rumah. Misalnya jam 11 malam belum pulang, ya harusnya dipantau dengan siapa dan ngapain kegiatannya. Jika dipantau pasti akan berbeda," pungkas Suprapto.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP