Banyak ancaman, pemerintah sedang siapkan modul bela negara
Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah akan menyiapkan modul bela negara untuk mengantisipasi ancaman dari dalam negeri akhir-akhir ini. Wiranto menuturkan saat ini Pemerintah tengah menggodok program bela negara.
"UUD telah mengisyaratkan bahwa seluruh warga negara punya hak dan kewajiban untuk bela negara," kata Wiranto saat membuka silaturahmi Nasional Junior Chamber Internasional (JCI) di Balroom Puri Agung, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (31/7).
Hal ini menjadi penting lantaran banyaknya ancaman yang ada di Indonesia bukan datang dari negara luar. Sebaliknya ancaman tersebut berasal dari dalam negeri. Misalnya terorisme, radikalisme, narkotika, perdagangan manusia hingga ilegal fishing.
"Jangan sampai kita berpikir ancaman itu seperti agresi militer, bukan seperti itu tetapi banyak ancaman lain yang muncul. Karena ini langsung menyentuh kehidupan bermasyarakat maka dibutuhkan kebersamaan dengan masyarakat (untuk menghadapinya)," papar Wiranto.
Wiranto menjelaskan nantinya konsep bela negara ini akan menyentuh semua lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga masyarakat dewasa berbagai profesi. Langkah awal yang dilakukan Politisi Hanura ini pun dengan menyampaikan rencana program bela negara kepada forum-forum selaiknya JCI. Sehingga diharapkan forum-forum tersebut bisa membantu pemerintah untuk mensosialisasikan program bela negara.
"Sehingga kalau semuanya sudah sadar bela negaranya ancaman kita jadi kecil. Demo-demo yang tidak perlu jadi enggak ada. Ormas radikal akan hilang, terorisme akan dapat dideteksi secara dini sehingga dapat dideteksi oleh orang orang di kampung-kampung, desa-desa, RT RW ikut serta dalam siskamling," terang Wiranto.
Pengemasan bela negara yang dilakukan lanjut dia akan dibuat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari pelatihan, penataran di kampus-kampus, olahraga out bond hingga pembiasaan cinta terhadap bangsa Indonesia untuk anak-anak.
"Ada pelatihan untuk anak-anak TK nanti ada pembiasaan untuk menyadari dan memahami negeri ini milik kita bersama untuk dijaga bersama," sambung Wiranto.
Tak hanya itu, Wiranto juga menyebutkan akan ada lembaga negara yang melakukan pemantauan terhadap program bela negara. Yakni Dewan Ketahanan Nasional yang dulu digunakan oleh Presiden Soeharto untuk menyusun GBHN.
"Dewan Ketahanan nasional ini kehilangan pekerjaan. Tetapi karena kantornya ada wilayahnya ada, ya ditugasi saja untuk memantapkan bela negara di seluruh Indoensia," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya