Bantu pengungsi Gunung Agung, UGM dirikan posko untuk ternak
Merdeka.com - Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendirikan posko untuk binatang ternak milik para warga terdampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Posko bernama Posko Penyelamatan Ternak ini didirikan Fapet UGM bersama ISPI, FPPTI, AINI, Gapuspindo dan Persepsi.
Dekan Fapet UGM, Ali Agus menyampaikan, keselamatan hewan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari keselamatan manusianya. Alasan itu, lanjut Ali, menjadi dasar untuk Fapet UGM mendirikan posko bersama.
"Bencana alam adalah hal yang tidak pernah diharapkan. Namun jika masyarakat dihadapkan pada fenomena tersebut, maka perlu upaya agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas dan sudah sampai status ‘awas’," ungkap Ali, Senin (2/10).
Terpisah, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fapet UGM, Bambang Suwignyo mengatakan, para pengungsi adalah peternak yang rela mengambil risiko masuk kawasan rawan bencana (KRB) untuk tetap memantau dan memberi pakan ternak-ternaknya.
"Bahwa saat ini ada 40 titik lokasi ternak disiapkan. Sebanyak 3.000 ekor sapi sudah di evakuasi dari 20 ribu ekor yang ada. Sedangkan jumlah pengungsi sudah mencapai 144 ribu orang dari perkiraan hanya 70 ribu," ungkap Bambang.
Bambang menerangkan posko bersama untuk hewan ternak ini didirikan di desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Posko bersama, lanjut Bambang selain bersiap dengan stok pakan konsentrat juga menawarkan program edukasi pengurangan risiko bencana.
"Kami usulkan program membuat pakan fermentasi dengan melibatkan para pengungsi. Pakan fermentasi dapat disimpan dalam waktu lama dengan tidak rusak, sehingga dapat untuk antisipasi stock andai erupsi berlangsung lama sehingga hewan ternak tidak mengalami kesulitan pakan ," tutup Bambang. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya