Bantu kekeringan, DJP Jateng II & PMI kirim 200 tangki air bersih
Merdeka.com - Kemarau panjang menyebabkan kekeringan terjadi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Enam kabupaten, yakni Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri mengalami krisis air bersih. Sumber air bersih yang menjadi tumpuan hidup warga, seperti sumur, waduk maupun lain mengering.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan air bersih ke daerah tersebut. Sebanyak 200 tangki air bersih mulai hari ini didistribusikan.
"Selama musim kemarau ini pihaknya akan menyalurkan 200 tangki air bersih. Ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya kita telah menyalurkan 50 tangki di Boyolali, di Wonogiri 132 tangki air bersih," ujar Kakanwil DJP Jateng II, Yoyok Satiotomo, Senin (7/9).
Yoyok menambahkan, tak hanya ke wilayah eks Karesidenan Surakarta, pihaknya juga mendistribusikan air bersih lainnya ke daerah lainnya, yakni Purwokerto, Kedu, Magelang, Cilacap, dan Temanggung Melalui Kantor Pajak Pelayanan Pajak Pratama (KPP) di masing-masing daerah.
"Pendistribusian air bersih dilakukan melalui iuran gaji pegawai untuk layanan masyarakat. Tahap kedua kita pusatkan di daerah Kemusu Boyolali," imbuhnya.
Kepala Markas PMI Solo, Tri Wuryanto menambahkan, setiap truk tangki berkapasitas 6 ribu liter air bersih. Dalam pendistribusian tersebut pihaknya juga bekerja sama dengan petugas PMI di masing-masing daerah. Hal ini karena petugas daerah dinilai lebih paham.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya