Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantah ancam Miryam, Sudding bilang 'saya tak pernah bicara e-KTP'

Bantah ancam Miryam, Sudding bilang 'saya tak pernah bicara e-KTP' Sarifudin Sudding. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi III Fraksi Partai Hanura Sarifudin Sudding mengaku heran dengan tudingan politisi Partai Hanura Miryam S Haryani telah menekannya untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus korupsi e-KTP. Sudding menegaskan, dirinya tidak pernah berbicara kasus korupsi e-KTP saat bertemu dengan Miryam meskipun sama-sama berasal dari Partai Hanura.

"Saya sendiri enggak tahu ya. Saya enggak ngerti karena enggak pernah bicara dengan dia (Miryam) soal e-KTP. Kapan dan di mana saya datangnya. Makanya saya bingung, kenapa bisa lari ke komisi III ya kan?," kata Sudding saat dihubungi, Kamis (30/3).

Sekjen Partai Hanura ini meminta semua pihak untuk mengkonfirmasi ke Ketua Fraksi Partai Hanura Nurdin Tampubolon. Dia pun bingung, Miryam menyeret anggota-anggota Komisi III dalam masalah tersebut.

"Kemarin itu waktu ada rapat fraksi. Coba ditanya lah sama ketua fraksinya. Pak Nurdin Tampubolon. Makanya saya heran. Saya benar-benar enggak ngerti gitu lho. Kok bisa lari ke komisi III. Kok nama dicari di google, apa makasudnya. Jadi betul-betul saya enggak tahu karena enggak pernah bicara soal e-KTP," jelasnya.

Tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dihadirkan dalam persidangan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/3). Ketiganya dikonfrontasi dengan saksi kasus e-KTP Miryam S Haryani.

Salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan menjelaskan kronologi pemeriksaan terhadap Miryam di tingkat penyidikan. Dia menegaskan tidak ada tekanan apapun selama proses penyidikan terhadap Miryam. Justru, kata Novel, Miryam ditekan dan diancam anggota Komisi III DPR untuk mencabut BAP.

"Siapa yang disebut mengancam itu siapa?" tanya Jaksa Irene.

Novel pun menjawab Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond Mahesa, Masinton Pasaribu, dan Syarifudin Sudding. Menurut Novel, saat itu Miryam juga menyebut nama lain namun lupa identitasnya. Sampai-sampai, kata Novel, penyidik membuka laptop mencari politikus tersebut dengan menelusuri dari asal partainya.

"Satu lagi dia lupa namanya, tapi sebut nama partainya. Kami buka di internet ada di komisi III, lihat orang-orangnya. Miryam bilang 'yang ini orangnya'. Kurang lebih ada 6 orang yang ancam Miryam," jelasnya.

Bambang Soesatyo adalah Ketua Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Golkar, Desmond adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, dan Masinton Pasaribu juga anggota Komisi III dari fraksi PDI Perjuangan. Sementara Syarifudin Sudding adalah anggota Komisi III sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Hanura, dan Aziz Syamsuddin juga anggota Komisi III DPR yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP