Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir rob di Cilacap, 268 warga ngungsi

Banjir rob di Cilacap, 268 warga ngungsi Tanggul Pantai Muara Baru. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rob yang terjadi di sepanjang pantai selatan wilayah Cilacap Jawa Tengah menyebabkan sedikitnya 268 warga terdampak mengungsi. Pengungsi didominasi anak-anak menempati tenda yang disediakan pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Try Komara mengemukakan warga yang mengungsi, pada pagi ini (9/6), kembali ke rumah masing-masing.

"Pengungsian terjadi pada malam hari, sedangkan siang hari mereka kembali ke rumah," ujarnya, Kamis (9/6).

Dari data BPBD Cilacap, dari 268 pengungsi, 92 pengungsi merupakan anak-anak, 89 perempuan, 67 laki-laki dan 20 lainnya adalah balita. Untuk meminimalkan dampak rob di permukiman penduduk, BPBD Cilacap menurunkan alat berat untuk membuat tanggul darurat.

"Alat berat didatangkan untuk membuat tanggul darurat untuk mengurangi gelombang rob. Mudah-mudahan, ini bisa mengurangi dampak rob ke permukiman," ujarnya.

Selain itu, dia mengemukakan rob tersebut terjadi secara nasional karena telah menjadi siklus tahunan. "Dan untuk wilayah Cilacap, baru kali ini mencapai permukiman," katanya.

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Tegal Kamulyan Cilacap, Suryanto, mengatakan rob yang terjadi tahun ini merupakan yang paling parah dialaminya. "Selama ini, kalau rob tidak pernah sampai permukiman. Paling hanya beberapa puluh meter jaraknya," ucapnya.

Menurut Suryanto, kondisi banjir rob tersebut membuat kawasan di lingkungan rumahnya terendam. Pun tanggul penahan rob, jebol diterjang saat terjadi naiknya air laut ke daratan. "Sementara ini, mau tidak mau tinggal di pengungsian dulu," ujarnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP