Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir di Luwu Meluas, 76 Rumah Warga Terendam

Banjir di Luwu Meluas, 76 Rumah Warga Terendam Ilustrasi banjir. ©Unplash/jonfordphotos

Merdeka.com - Hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara terendam banjir. Akibatnya ratusan rumah warga di dua kabupaten tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Wahid mengatakan banjir di Kabupaten Luwu meluas. Jika sebelumnya banjir terjadi di Kecamatan Walenrang dan Walenrang Utara, kali ini terjadi di Lamasi.

"Dua desa di Kecamatan Lamasi yakni Desa To'pongo dan Pongsamelum terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dari berdasarkan assesment dilakukan BPBD Luwu," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/9).

Andi Wahid merincin di Desa To'pongo ada 41 rumah terendam banjir dan 136 warga terdampak. Sejumlah kebun kakao, jagung, dan kedelai milik warga juga terendam banjir.

"Ada satu ibu hamil dan puluhan hektare kebun warga terdampak banjir," kata dia.

Sementara untuk di Desa Pongsamelun, 35 rumah warga terendam banjir. Andi Wahid mengaku saat ini air sudah mulai surut meski hujan masih terjadi.

Sementara untuk banjir di Kabupaten Luwu Utara setidaknya ada 303 rumah di tiga kecamatan tergenang banjir. Tiga kecamatan terendam banjir yakni Baebunta Selatan, Malangke, dan Sukamaju.

"Ketinggian muka air yang berkisar antara 30 hingga 100 cm tak hanya merendam perumahan warga, tetapi juga fasilitas umum dan aset lain warga, seperti lahan dan tambak," bebernya.

Andi Wahid mengaku banjir di Luwu Utara akibat meluapnya air di Sungai Rongkong, Masamba, dan Lampuawa. Andi Wahid menambahkan bantuan untuk warga terdampak sudah disalurkan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP