Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir Depan Kantor Walkot Tangsel, Pengendara Terpaksa Dorong Motor

Banjir Depan Kantor Walkot Tangsel, Pengendara Terpaksa Dorong Motor Banjir di Depan Kantor Wali Kota Tangsel. ©2021 Merdeka.com/Farhan Mudier

Merdeka.com - Saluran air yang buruk di sepanjang Jalan Raya Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, sebabkan genangan tinggi akibat hujan yang mengguyur kawasan itu Minggu (3/10) sore tadi.

Akibat kondisi tersebut, belasan pengendara roda dua terpaksa mendorong sepeda motornya agar tidak mogok lantaran tingginya air yang menggenang di jalan akses Kantor Pemerintah Kota Tangsel, itu.

"Enggak berani kalau nerobos banjir. Takut mogok, amannya saya dorong," kata Supriyadi warga Pamulang ditemui di halaman masjid Pemkot Tangsel.

Dia menjelaskan, air setinggi hampir setengah meter itu membuat pengendara roda dua dan lebih menjadi takut melintasi jalan tersebut.

"Banjirnya lumayan tinggi sekitar 40 sampai 50 senti. Mobil kecil juga banyak yang takut, ada yang nekat dia jalan pelan - pelan," ucapnya.

Dedi, warga Serua menerangkan, banjir yang menggenangi jalan raya tersebut, biasanya akan surut sekitar satu sampai 2 jam paska hujan berhenti. Menurut dia, setiap kali hujan deras dengan durasi sekitar 20 menit saja, akses jalan dari Pamulang menuju BSD itu kerap banjir.

"Kalau hujan deras agak lama pasti banjir. Jalan ini 20 menit kehujanan saja pasti tergenang. Padahal ini jalan akses ke kantor Pemerintahan, harusnya jangan sampai seperti ini," ucap dia.

Pantauan di lokasi, kondisi air di badan jalan mulai sedikit surut. Air yang tergenang di badan jalan itu, diduga akibat kondisi drainase yang buruk. Titik genangan paling tinggi terjadi depan Masjid Pemkot Tangsel, sampai sekolah SD Negeri dan Sekolah Waskito.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP