Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir bandang Buleleng, ratusan warga mengungsi, 1 desa terisolir

Banjir bandang Buleleng, ratusan warga mengungsi, 1 desa terisolir Banjir lumpur di Buleleng. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Banjir bandang dan tanah longsor yang meluluh lantahkan lima desa di Kecamatan Gerograk, Buleleng, Bali, membuat aktivitas ratusan warga terhenti. Bantuan dari warga luar desa pun mulai berdatangan. Banjir ini terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng dan sekitarnya sejak Sabtu malam kemarin.

Akibat bencana ini, 97 kepala keluarga diungsikan ke lokasi desa yang aman dari banjir. Sedangkan 1 desa yang terdapat ratusan warga masih terisolir lantaran akses untuk masuk desa terputus karena jembatan penghubung akses masuk desa hancur.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra‎ langsung meninjau ke pemukiman rumah-rumah warga yang masih penuh lumpur. Pada kesempatan ini, Sutjidra berharap seluruh warga saling membantu dan bergotong royong untuk memulihkan keadaan ini.

banjir lumpur di buleleng

Banjir lumpur di Buleleng ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Informasi lainnya, sebuah jembatan di Dusun Tengah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, jebol dan nyaris menghanyutkan sebuah truk pengangkut batu dengan nomor polisi DK 9397 UK yang dikemudikan Ketut Badra, warga Desa Kalibukbuk. Truk tersebut tengah melintas namun tersangkut pada beton pondasi jembatan.

Akibat putusnya jembatan itu, akses menuju dusun tetangga Dusun Kembang Sari menuju pusat desa terputus total. Sebanyak 260 kepala keluarga terisolir.

"Jembatan itu memang satu-satunya akses keluar masuk bagi warga setempat. Sedang banjir di Kelurahan Seririt akibat volume air tidak sebanding dengan pembuangan sehingga terjadi genangan air," kata Camat Seririt, I Nyoman Riang Pustaka, Minggu (24/1) mendampingi Wabup Buleleng saat meninjau lokasi korban banjir bandang.

Sementara itu, dari data badan penanggulangan bencana di Buleleng, setidaknya terpantau ada empat titik tanah longsor terjadi di wilayah Dusun Wirabhuana Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, pada lintasan Jalan Singaraja Pancasari. Longsor terjadi di titik KM 14, satu titik masing-masing di KM 16 dan KM 17. Demikian juga di Desa Pancasari, ruas jalan dipenuhi dengan air hingga menyebabkan arus lalu lintas Singaraja-Denpasar, tersendat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ketut Yasa menyatakan, kondisi terparah terjadi di wilayah Kecamatan Gerokgak terutama akibat banjir bandang yang menghantam hingga lima desa dan titik terparah ada di Desa Musi dan Penyabangan.

"Untuk sementara kita lakukan penanganan standar dengan membuka akses yang tertutup, mendatangkan alat berat ke lokasi bencana serta memberikan bantuan sembako untuk para korban," ujarnya.

Sedang nilai kerusakan dan jumlah korban, Yasa mengaku sedang melakukan input data mengingat area bencana yang terjadi cukup luas dan cukup massif di tiga Kecamatan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP