Banjir 2,5 meter, warga Desa Jud I mengungsi ke gedung sekolah dasar
Merdeka.com - Ratusan warga Desa Jud I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, terpaksa mengungsi di gedung sekolah dasar (SD) setempat setelah sepuluh hari dilanda banjir. Ketinggian air luapan Sungai Batang Hari Leko dan Sungai Musi itu masih mencapai 2,5 meter.
Informasi dihimpun, warga terpaksa mengungsi sejak satu pekan terakhir setelah rumah tak bisa lagi ditempati karena air mencapai atap. Sebelumnya, ketinggian air sekitar 1,5 meter dan terus meningkat seiring diguyur hujan lebat.
Tak hanya rumah penduduk, banjir juga merendam fasilitas umum dan pemerintahan desa. Banjir juga melanda beberapa desa sekitarnya, seperti Desa SP II, Desa Air Balui, dan Desa Ulak Bacan.
Total pengungsi korban banjir di desa itu sebanyak 38 kepala keluarga atau 118 jiwa. Sementara data pengungsi asal desa lain belum diterima.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Hariyadi, banjir akibat luapan Sungai Batang Hari Leko dan Sungai Musi itu terjadi setiap tahun. Dari laporan, korban banjir di beberapa desa, terutama di Kecamatan Sanga Desa, belum mendapat bantuan logistik karena akses cukup jauh dari pusat kecamatan dan terbatasnya perahu.
"Benar, banjir masih setinggi 2,5 meter. Untuk bantuan segera kita koordinasikan dengan pihak terkait," ungkap Hariyadi, Jumat (10/3).
Sementara warga di Kecamatan Lais, Batang Hari Leko, dan Bayung Lincir, memilih tetap tinggal di kediaman masing-masing meski ketinggian air mencapai dua meter. Sebab, rumah warga berbentuk panggung dan masih beraktivitas seperti biasa.
"Kita imbau warga segera mengungsi karena air bisa saja terus tinggi, hujan diperkirakan masih turun. Di tempat-tempat ini logistik sudah kita distribusikan," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya