Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangunan zaman Belanda, Rutan Bengkulu rapuh dan mudah dijebol

Bangunan zaman Belanda, Rutan Bengkulu rapuh dan mudah dijebol Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Merdeka.com - Rumah Tahanan Negara Malabero di Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, pada Jumat (25/3) sekitar pukul 21.30 WIB terbakar. Tiga blok ruang tahanan yakni Blok A, B dan C habis terbakar. Hanya ruang hunian, kantor dan masjid yang tersisa.

Kabag Humas Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan (Ditjen Lapas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Akbar Hadi mengakui, bangunan Rutan Malabero sudah sangat rapuh termakan usia yang sudah uzur. "Rutan Bengkulu itu kan sudah ada dari zaman (penjajahan) Belanda, jadi kondisi bangunannya tentu rapuh dan tidak kuat. Sehingga mereka berhasil jebol," ujar Akbar saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (26/3).

Dia menjelaskan, rutan tersebut baru saja berganti status dari lembaga pemasyarakatan setelah pemerintah membangun LP Bentiring dan memindahkan lebih 500 narapidana dari Rutan tersebut pada awal Maret 2016.

"Rutan ini paling baru dua bulan setelah ada LP baru di Bentiring. Sebagian besar narapidana sudah dipindahkan ke LP baru," ujar Akbar.

Akibat kebakaran di Rutan Bengkulu, dari 259 narapidana, ada 252 yang dipindahkan LP Bentiring. Satu narapidana dibawa oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu. Satu narapidana dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan lima tahanan tewas lantaran terjebak di Blok A kamar tujuh yang hangus terbakar. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP