Bandit bank merajalela di Bekasi
Merdeka.com - Aksi bandit dalam sepekan ini tengah menghantui kantor bank di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Para pelaku bahkan nekat melakukan perlawanan hingga dalam menjalankan kejahatannya.
Tercatat ada dua kejadian perampokan. Dua kejadian ini sama-sama mengincar kantor unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) di wilayah Bekasi.
Perampokan pertama terjadi di bank BRI, Jalan Pramuka, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Dalam kejadian ini Rusdiantoro (42), seorang satpam, menjadi korban. Dia mengalami luka pada keningnya usai berduel dengan perampok pada Jumat (12/8) lalu. Beruntung para bandit gagal membobol bank itu.
Informasi dihimpun, aksi heroik Rusdianto bermula ketika mengetahui ada seorang perampok beraksi di tempat kerjanya sekitar pukul 16.30 WIB. Ketika itu, pelaku seorang diri menodongkan senjata ke pegawai bank.
Tanpa pikir panjang, Rusdiantoro, datang dari arah belakang lalu mencoba merebut senjata dipakai pelaku. Alhasil keduanya terlibat duel, hingga Rusdiantoro mengalami luka pukulan di bagian keningnya.
Saksi mata, Fahmi (23), mengatakan pelaku masuk ke dalam bank setelah dari mesin ATM yang terletak di samping kiri. Pelaku langsung menodongkan senjata api kepada para karyawan, dan meminta tiarap. "Saya pasrah saja ditodong, dan mengikuti permintaan pelaku," katanya.
Menurut dia, pelaku melarikan diri karena panik setelah mendapatkan perlawanan dari seorang satpam Bank BRI tersebut. Sehingga, pelaku gagal membawa harta yang diincar di bank tersebut.
Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Susgarwanto mengatakan, pihaknya menemukan senjata jenis airsoft gun diduga milik pelaku. "Kami menemukan barang bukti berupa helm, dan kokangan senjata api airsoft gun," kata Susgarwanto.
Belum sepekan, aksi bandit bank kembali gegerkan warga Bekasi. Kali ini kejadiannya pembobolan mesin ATM Bank BRI di Desa Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa pembobolan mesin ATM itu terjadi pada Rabu (17/8) lalu. Terdapat dua pelaku dalam kejadian ini, yakni MKL (16), seorang pelajar dan VS (22), anggota Sabhara Polda Metro Jaya. Beruntung kedua bandit ini gagal menjalankan aksinya.
Aksi pembobolan ATM ini gagal dilakukan kepolisian. Keduanya sempat melarikan diri menggunakan mobil Daihatsu Ayla B 1935 PAC. Nahas, mobil itu menabrak pohon dan menghantam ruko setelah satu kilometer melarikan diri dari lokasi kejadian. MKL tewas di tempat, sedangkan VS mengalami luka di kepala.
Kapolsek Pebayuran, AKP Siswo, mengatakan MKL diketahui merupakan seorang pelajar kelas II SMA Negeri 6, Bekasi. MKL tewas karena luka parah di bagian kepala akibat benturan keras.
"Tersangka sudah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi maupun mendapatkan perawatan medis," kata Siswo.
Siswo menjelaskan, sebelum membobol mesin ATM, tersangka terlebih dahulu menutup kamera pengawas menggunakan cat semprot warna hitam. Upaya itu dilakukan untuk mengelabui pengawasan dari pihak bank.
Ketika sudah dianggap aman, baru melakukan melancarkan aksinya. Mereka membobol mesin ATM di bagian penyimpanan uang dengan menggunakan alat las. Namun, belum sempat mengambil uang, pelaku disergap petugas Polsek Pebayuran. Sempat terjadi adu tembak dalam kejadian ini.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya