Bandara Juanda tutup, harga tiket kereta melejit
Merdeka.com - Peristiwa erupsi Gunung Kelud cukup mempengaruhi arus transportasi udara dengan ditutupnya Bandar Udara Juanda, Surabaya, lantaran tertutup hujan abu vulkanik. Alhasil, para calon penumpang ingin segera pulang ke arah Bandung dan Jakarta langsung beralih ke moda transportasi kereta api.
Salah satu stasiun kereta api di Surabaya, Gubeng, pun dipadati calon penumpang kereta api yang tadinya hendak menumpang pesawat. Sejak pagi hari mereka sudah berjubel di stasiun itu.
"Ini sudah dari pagi mas. Karena kan bandara tutup, jadi pada langsung milih naik kereta," kata seorang petugas Stasiun Gubeng, Supono, kepada awak media di Surabaya, Jumat (14/2).
Dari pantauan merdeka.com terlihat, memang sampai sore hari antrian pembeli tiket masih cukup panjang. Lobi ruang tunggu pun penuh sesak. Beberapa peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat beserta rombongan yang hendak pulang selepas mengikuti acara debat visi-misi di kota pahlawan itu silih berganti tiba di stasiun kereta api. Sejatinya mereka bakal menumpang pesawat ke Jakarta. Tetapi apa daya, karena faktor alam mereka harus mencari alternatif lain.
Namun, momen itu justru membawa berkah bagi PT Kereta Api Indonesia. Seluruh tiket kereta dari Surabaya tujuan kota-kota lain ludes terjual, bahkan sampai esok hari. Tetapi, anehnya harga tiket itu justru makin melejit.
"Tiket kereta Bima malam ini sudah habis. Padahal harganya hampir Rp 950 ribu. Tiket Argo Anggrek jadi seharga Rp 1,1 juta. Sudah habis juga," kata seorang petugas di Stasiun Gubeng yang enggan menyebutkan namanya.
Hal itu juga terpampang dari layar informas tiket kereta api dari Stasiun Gubeng. Semua kereta api sudah penuh terisi.
"Daripada enggak pulang deh. Mau enggak mau ya beli saja," kata Dita, seorang penumpang kereta api tujuan Jakarta.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya