Merdeka.com tersedia di Google Play


Bandar sabu tahanan BNN kabur dari RS Polri

Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi | Senin, 18 Maret 2013 18:29


Bandar sabu tahanan BNN kabur dari RS Polri
Penggerebekan bandar sabu Medan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Andi Juanda (39), tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) kabur saat menjalani perawatan di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Sebelumnya, Andi tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 7 Kg, di Medan, Sumatera Utara, pada Februari 2013 lalu.

Anggota jaringan narkoba internasional itu kabur dari RS Polri Sukanto pada Kamis (14/3) lalu. Saat kabur, pemuda asal Aceh itu mengelabui petugas rumah sakit dengan alasan akan membeli buah di Pasar Induk Kramatjati. Namun sampai saat ini Andi tak juga kembali.

"Saat kabur Andi beralasan akan membeli buah di Pasar Induk Kramatjati, lalu kami mengizinkannya dengan catatan Andi dikawal Satpam BNN serta penyidik BNN. Karena dikawal sama penyidiknya maka kita izinkan," ujar Kabid Layanan Kedokteran Kepolisian RS Polri Sukanto, Kombes Pol Ibnu Hadjar, kepada wartawan di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Senin (18/3).

Sementara itu, staf Humas RS Polri Sukanto Kramatjati, Umi Rinasari menjelaskan, saat meninggalkan RS Polri Sukanto, Andi dipastikan bersama Satpam BNN. Hal itu, terekam dalam CCTV.

Menurut Umi, kaburnya Andi bukanlah kesalahan dari pihak RS Polri Sukanto. "Jadi kami sudah lakukan semuanya sesuai prosedur. Kaburnya dia di luar kewenangan kami," kata Umi.

Menanggapi kaburnya Aji Juanda (39), Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwiyanto mengatakan, saat ini BNN tengah mengecek kasus kaburnya Andi.

"Kami masih mengecek dulu dan Kepala BNN mengatakan akan menindak tegas bila ada anggota yang lalai dalam menjalankan tugas," tulis Sumirat dalam pesan singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, pedagang warung kelontong yang menjadi bandar sabu di Medan, Sumatera Utara, itu ditangkap petugas BNN saat hendak melakukan transaksi di parkiran Mal Home Sentral Medan pada bulan Februari lalu. Saat ditangkap, petugas BNN ikut menyita dua mobil mewah milik Andi saat melakukan penggeledahan.

"Saat di tangkap Andi menyimpan sabu seberat 5,2 Kg yang dikemas ke dalam delapan bungkus plastik bening dan disimpan di mobil Fortuner miliknya," ujar Deputi pemberantasan Narkoba Benny Mamoto, Senin (11/3).

Benny menjelaskan, setelah penangkapan di Mal Sentral petugas lalu melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik tersangka di Komplek Taman Setia Budi, Medan.

"Saat dilakukan pengembangan di rumah tersangka kembali ditemukan sabu seberat 2 Kg di dalam mobil CRV milik tersangka," jelasnya.

[dan]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kasus Narkoba, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kasus Narkoba.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Kim Jong Un sudah dipersiapkan jadi pemimpin sejak kecil
  • Disebut utang pada Prabowo, SDA bilang 'murni dukungan pribadi'
  • JIS klaim selektif saat mencari tenaga pengajar
  • SDA ngotot dukung Prabowo di Pilpres 2014
  • Dino ingin teladani Perdana Menteri Ali Sostroamidjojo
  • KPK bakal seret BCA dalam kasus Hadi Poernomo
  • Bartra akhirnya akui kecepatan Bale
  • Awal Mei, Boediono dan Sri Mulyani jadi saksi di sidang Century
  • JIS mengaku tahu ada korban sodomi baru dari media
  • Bunuh pari manta cuma Rp 4 juta, jadi wisata bahari Rp 40 M
  • SHOW MORE