Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Band Australia sebut, Tuhan saja maha pengampun, masa Jokowi tidak

Band Australia sebut, Tuhan saja maha pengampun, masa Jokowi tidak Jokowi hadiri Rapim Polri 2015. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sejumlah musisi internasional, mulai dari vokalis band Napalm Death Mark 'Barney' Greenway hingga gitaris Black Sabbath Tony Iommi memohon Presiden Joko Widodo membatalkan hukuman mati terhadap duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Keduanya meminta Jokowi untuk membatalkan hukuman mati dengan alasan kemanusiaan.

Kini, langkah kedua musisi senior tersebut diikuti The Temper Trap, band asal Australia yang beranggotakan warga Indonesia dan Australia. Seperti dikutip melalui akun Twitter resminya, band yang beranggotakan Dougy Mandagi, Jonathon Aherne, Toby Dundas dan Joseph Greer memohon pengampunan bagi keduanya.

"Tuhan aja maha pengampun, kok presiden ngga yah #berikanpengampunan #mercycampaign #tegakkankebenaran #jokowi #youthagainstthedeathpenalty."

Menurut band yang berbasis di Melbourne tersebut, kedua terpidana terbukti telah insaf selama menjalani masa tahanan. Jokowi seharusnya fokus mengurus sejumlah pejabat yang menurut mereka belum insaf.

"Sibuk ngurus bandar narkoba insaf lupa ngurus pejabat belum insaf. Salah prioritas. #jokowi #youthagainstthedeathpenalty #mercycampaign."

Hukuman mati, lanjut mereka, sudah tidak efektif dan tidak masuk akal. Dalam tiap cuittannya, The Temper Trap selalu memasukkan hashtag #mercycampaign.

"Klo si pembunuh hukumannya dibunuh, knp si pemerkosa ga diperkosa aja? Hukuman mati itu kuno, ga masuk akal dan ga efektif. #mercycampaign."

(mdk/amn)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP