Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bamsoet Minta Masyarakat Jangan Demo Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Bamsoet Minta Masyarakat Jangan Demo Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Bamsoet Naik Mobil Listrik Temui Jokowi di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta kepada seluruh pihak untuk tidak berunjuk rasa saat pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Menurutnya, kegaduhan selama proses pelantikan akan mencoreng marwah Indonesia sebagai bangsa besar di mata dunia.

"Saya ingatkan buat adik-adik mahasiswa dan kepada para korlap aksi, saya imbau, saya mohon dengan sangat jangan lakukan itu (demo), masih banyak waktu lain waktu untuk sampaikan aspirasi. Ini momen sakral dan hikmat jangan bawa nama buruk negara di mata internasional," kata pria karib disapa Bamsoet di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

Bamsoet juga menilai, aksi demonstrasi di waktu pelantikan presiden dan wakil presiden juga dapat memicu keengganan investasi oleh asing. Sebab, mata internasional menduga Indonesia sedang dalam kondisi tidak aman.

"Karena juga mempengaruhi investasi asing yang masuk ke Indonesia, akan terkesan negara ini tidak aman dan wibawa kita di mata internasional bisa jatuh," nilai Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, imbauan ini bukan bertujuan melarang atau membatasi kebebasan berpendapat di muka umum. Melainkan hanya yang harus disesuaikan dengan momentum titik awal periode baru masa jabatan presiden dan wakil presiden.

"Ini akan ada peristiwa penting karena ini titik awal untuk presiden memperbaikinya di lima tahun ke depan. Gedung parlemen selalu terbuka untuk menyampaikan aspirasi tapi jangan saat pelantikan, itu momen sakral," katanya.

Reporter: Muhammad RadityoSumber: Liputan6.com

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP