Bambang penumpang Sukhoi sempat keliyengan karena sampanye
Merdeka.com - Salah satu penumpang Sukhoi Superjet 100 gelombang pertama, Bambang Narayana, menceritakan pengalamannya saat melakukan joy flight. Pemaparan Bambang didengarkan oleh beberapa mitra Komisi V, antara lain Kemenhub, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, Ketua KNKT, Dirut PT Angkasa Pura II, dan Dirut PT Trimarga Rekatama.
"Take off sekitar 11.30, dipanggil untuk masuk ke atas, lalu diberikan boarding pass," terang pegawai Sky Aviation yang mengaku masih menyimpan boarding pass sebagai kenang-kenangan di ruang rapat Komisi V DPR Jakarta, Senin (28/5).
Bambang juga menerangkan, ketika pesawat take off dan naik dengan cepat, suara mesin tidak terdengar.
"Saya berpikir sepert mati mesin, ternyata itu biasa saja, normal. Halus sekali suaranya," jelasnya.
Dia juga menceritakan selama penerbangan sempat ditawari minuman air mineral dan sampanye oleh pramugari pesawat. Bambang pun memilih menenggak sampanye selama 4 tenggakan.
"Saya juga ditawari air mineral dan sampanye, tapi saya pilih sampanye nenggak 4 kali sudah keliyengan kepala," paparnya.
Tidak sampai 30 menit, pesawat melakukan persiapan untuk mendarat. Dikatakannya, pada joy flight gelombang pertama, tidak ada manuver yang luar biasa.
"Landing normal, biasa saja di Halim. Salut karena bisa landing pendek. Kemudian dilanjut joy flight kedua," tuntasnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya