Balikpapan jadi daerah penyangga penanganan korban bencana di Sulteng
Merdeka.com - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ditetapkan sebagai daerah penyangga penanganan korban bencana di Sulawesi Tengah. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, malam ini dijadwalkan melakukan rapat koordinasi di Balikpapan.
Keterangan diperoleh merdeka.com, rapat koordinasi digelar pukul 19.00 WITA. Rapat koordinasi itu dalam rangka mempersiapkan daerah penyangga, Balikpapan, dalam penanganan pascagempa dan tsunami di Palu dan Gorontalo.
"Benar, informasinya dan rencananya kami terima seperti itu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Ade Yaya Suryana, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (2/10).
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Priyo Widyanto, telah memerintahkan jajarannya, ikut mempersiapkan diri bersama TNI, menangani korban bencana gempa dan tsunami, yang datang ke Balikpapan. "Jadi, karena ada imbauan seperti itu, kami mempersiapkan bersama TNI di Kodam VI Mulawarman, mempersiapkan semacam posko," ujar Ade.
'Tujuannya, memfasilitasi, memberikan pelayanan dampak dari bencana Sulteng. Yang lebih dekat kan Balikpapan menjangkau ke daerah bencana di Sulteng," tambah Ade.
Sementara, dikonfirmasi merdeka.com terpisah, Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino menerangkan, pagi tadi, memang dilangsungkan rapat membahas kesiapan Balikpapan sebagai daerah penyangga penanganan korban bencana di Sulteng.
"Bapak Panglima TNI, Pak Kapolri dan Menkopolhukam, akan hadir di Balikpapan, dan malam ini rapat," kata Dino.
Dino menerangkan, mempersiapkan Balikpapan sebagai daerah penyangga, memang melibatkan banyak pihak, terutama Pemda. "Yang mesti siap bukan hanya kita, melainka juga Pemda. Baik itu penanganan pengungsi dan juga fasilitas kesehatan," kata Dino.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya