Bali Dilanda Banjir Jelang KTT G20, Gubernur Koster: Sudah Aman Tidak Usah Khawatir
Merdeka.com - Sejumlah daerah di Pulau Bali sempat dilanda banjir dan tanah longsor menjelang perhelatan KTT G20. Gubernur Bali Wayan Koster meminta bencana itu tidak perlu dikhawatirkan karena telah diatasi.
"Tidak ada masalah, banjir sudah diatasi. Aman. Sudah aman, apalagi yang dikhawatirkan," kata Koster di Denpasar, Bali, Jumat (21/10).
Ia juga menyebutkan bahwa pengungsi akibat banjir di wilayah Jembarana sudah ditangani. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan merelokasi rumah warga yang terdampak.
"Kalau dalam waktu jangan pendek ini pengungsian sudah ditangani, terutama di Jembrana. Kalau di luar Jembarana kan tidak ada. Kemudian, makanan sudah disiapkan, dalam jangka panjang akan dilakukan relokasi warga di Jembrana, itu ada sekitar 20 KK. Itu mungkin direkolasi dan tanahnya sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Itu untuk warga, jadi tidak ada masalah," imbuhnya.
Langkah Antisipasi Banjir
Ia juga menyebutkan, bahwa rumah warga yang terdampak banjir tentu harus direkolasi, karena banjir di sana sudah beberapa kali terjadi.
"Memang harus direlokasi karena kejadian banjirnya ini sering, sudah beberapa kali terjadi dan yang berat kemarin. Karena memang posisi tempat rumahnya di bawah jalan itu tidak nyaman. Itu sedang diupayakan dan mudah-mudahan semua warganya mau itu direlokasi, kita sudah siapkan dan rumahnya akan dibantu dari BNPB," ujarnya.
Sementara, untuk mengantisipasi banjir, pihak BMKG dan BPBD Provinsi Bali maupun di kabupaten dan kota sudah menyiapkan mitigasi bencana.
"Sudah ada monitor dari BMKG dan BPBD. Jadi BPBD Provinsi maupun kabupaten dan kota dan juga dinas terkait itu, supaya selalu melakukan mitigasi kebencanaan dan mengimbau warga untuk berjaga-jaga, terutama di daerah-daerah rawan banjir, rawan banjir bandang dan segala macam. Tapi saya kira (banjir) bandang tidak ada lagi," katanya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya