Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Balas menkes, PBNU kampanyekan rokok kretek

Balas menkes, PBNU kampanyekan rokok kretek Ilustrasi merokok. ©2012 Shutterstock/holbox

Merdeka.com - Ketidaksetujuan NU terhadap kebijakan Menkes semakin meruncing. Seolah membalas kampanye anti rokok menkes, kini NU menggalakkan rokok alami alias kretek.

"Rokok ini (kretek) bermanfaat untuk kita yang berbahan alami. Yang alamiah selalu lebih baik. Alam itu baik untuk manusia tinggal pengetahuan kita." jelas Profesor Universitas Brawijaya, Sutiman di kantor PBNU Jakarta, (16/12).

Alasannya, dibandingkan dengan rokok lainnya, rokok jenis kretek tidak punya bahan kimia berlebih. PBNU pun menilai rokok bukanlah barang haram.

"Ini kan dari bahan alami dan kalau dibakar elemen pecah sendiri. Kalau daun dia enggak berbahaya. Menurut saya komponen (kimia) semakin sedikit semakin sehat," tutur dia.

Tetapi saat akademisi ini ditanya mana yang lebih baik dengan tidak merokok, jawaban dia, "Saya kira begitu (tidak merokok)," jawab profesor Sutiman.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP