Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Balap liar usai pesta miras, 9 remaja dihukum baca Pancasila

Balap liar usai pesta miras, 9 remaja dihukum baca Pancasila Pelaku balap liar di Padang. ©2018 Merdeka.com/Er Chania

Merdeka.com - Aksi kejar-kejaran pihak kepolisian dengan pelaku balap liar yang membuat resah masyarakat tak terelakan. Bahkan semua jajaran Polresta Padang hingga Polsek-polsek terpaksa turun mengurai aksi balap liar yang terjadi di beberapa titik di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu malam hingga Minggu pagi (7-8/4).

Alhasil sedikitnya sembilan remaja pelaku balap liar berhasil diamankan dan mirisnya satu di antaranya merupakan mahasiswa di Universitas ternama di Kota Padang. Selain itu, sebanyak 13 unit sepeda motor yang digunakan untuk kebut-kebutan juga disita petugas.

Selain itu, para pelaku balap liar itu juga disinyalir juga baru selesai menggelar pesta minuman keras. Hal itu jelas tercium dari bau mulut para remaja tanggung itu saat dihukum petugas dengan membacakan Pancasila.

Selain dihukum membacakan Pancasila, para pelaku balap liar juga disuruh berjalan jongkok mengelilingi Polresta Padang sambil menyanyikan lagu kemerdekaan. Sedangkan untuk sepeda motor yang berhasil disita, terpaksa ditahan petugas dan dilakukan penilangan.

Dari pantauan merdeka.com aksi balapan liar berlangsung di kawasan Jalan Imam Bonjol, Ratulangi hingga Bypass. Pelaku balap liar juga ada yang berhasil kabur saat Polisi datang ke lokasi.

Meski demikian, beberapa dari mereka berhasil ditangkap hingga bahkan nekad meninggalakan sepeda motor milik mereka begitu saja. Untuk kendaraan yang berhasil disita rata-rata tidak memiliki surat-surat dan memakai knalpot keras.

"Aksi balap liar yang dilakukan remaja sudah sangat meresahkan masyarakat. Maka itu kita atensikan semua jajaran untuk turun semua mengurai aksi balapan liar ini," terang Kabag OPS Polresta Padang, Kompol Ediwarman, Minggu (8/4).

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan giat patroli rutin khususnya pada malam minggu dan hari libur untuk menimalisir aksi balapan liar tersebut. Sebab, aksi balap liar sangat menganggu ketenangan masyarakat dan menggangu keselamatan pengguna jalan lainnya.

"Untuk 13 unit sepeda motor yang kami amankan, dipastikan tidak akan dikeluarkan dalam waktu dekat sebagai efek jera. Sedangkan para pelaku kita lakukan pembinaan dan pemanggilan orangtua mereka," cetusnya.

Ediwarman berharap, bagi orangtua benar-benar memperingatkan anak-anaknya agar tidak keluar larut malam apalagi hingga mengendarai sepeda motor. Sebab, peran orangtua sangat penting untuk melakukan pembinaan terhadap anak.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP