Baju Novel & cangkir diduga berisi air keras diperiksa Labfor Polri
Merdeka.com - Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari hasil olah TKP tersebut.
"Masih dalam penyelidikan. Kita baru olah TKP, periksa saksi yang ada," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono usai menjenguk Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4).
Dwiyono mengatakan, barang bukti diamankan itu di antaranya baju milik Novel dan cangkir diduga berisi air keras. Barang bukti tersebut saat ini tengah diuji di laboratorium forensik Polri.
"Baju korban yang terkena cairan yang diduga air keras, kemudian ada cangkir yang masih ada air diduga air keras dan barbuk. Hari ini dibawa ke labfor. Airnya baunya sangat menyengat," kata dia.
Menurut Dwiyono, dari hasil penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah sakti korban teror air keras tersebut hanya Novel Baswedan. Kepolisian pun hingga kini masih menyelidiki kasus penyiraman air keras ini.
"Dari hasil olah TKP, periksa saksi baru ada satu korban yang terkena siraman, saudara Novel Baswedan," katanya.
Sebelumnya, polisi memeriksa empat orang saksi terkait aksi teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Salah satu orang dimintai keterangan itu di antaranya pihak keluarga.
"Termasuk pihak pelapor kemudian ada saksi yang dimungkinkan mengetahui peristiwa tersebut. Kurang lebih ada empat saksi," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono usai menjenguk Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4)
Dwiyono mengatakan, kondisi Novel saat ini sudah membaik. Penyidik senior KPK itu mengalami luka dibeberapa bagian wajahnya.
"Masih dalam perawatan di RS Mitra Keluarga secara intensif. Sudah ditangani oleh berbagai bidang kedokteran yang ada," kata Dwiyono.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya