Bahrun Naim didesak keluar dari persembunyian
Merdeka.com - Setelah kejadian aksi teror di Jakarta pada Kamis (14/1), polisi langsung menuding dalang di baliknya adalah Bahrun Naim. Namun, Bahrun yang kini dikabarkan berada di Suriah menyangkal tudingan itu.
Bahkan beredar rekaman suara berisi penyangkalan keterlibatan dalam aksi teror, diduga suara Bahrun Naim. Adik kandung Bahrun Naim, Dahlan Zaim, membenarkan jika rekaman suara beredar adalah suara kakaknya.
"Keluarga juga menduga benar itu suara mas Bahrun Naim, tapi tidak lengkap, terpotong. Dia memang punya aksen-aksen candaan, 'dari hongkong' misalnya," kata Dahlan.
Sedangkan anggota Tim Pembela Muslim, Achmad Michdan mengatakan, rekaman suara itu memang benar suara Bahrun Naim.
"Menurut orang-orang dekat Bahrun Naim suara tersebut benar suaranya. Tapi harus dibuktikan. Informasi dari beberapa teman dekat juga begitu," kata Achmad kemarin.
Achmad juga akan mendalami tuduhan polisi kalau Bahrun merupakan dalang serangan teror di Jakarta. Dia menyatakan hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi fitnah.
"TPM akan mendalami kasus tersebut agar clear. Agar polisi tidak hanya menuduh saja kepada Bahrun Naim. Apakah benar dia melakukan atau menjadi otak penyerangan di Thamrin, tetapi syaratnya tindakan di luar prosedur harus dijamin tidak dilakukan," ujar Achmad.
Dahlan hanya meminta kakaknya segera pulang buat menjelaskan kejadian sebenarnya terkait tuduhan itu.
"Untuk mas BN (Bahrun Naim), kami memahami posisi mas sekarang ini. Kami ingin mas pulang dan menjelaskan, mengkonfirmasi hal tersebut," imbuh Dahlan.
Dahlan juga meminta polisi bisa bertindak adil kepada kakak sulungnya itu. Polisi, kata dia, harus memberikan kesempatan Bahrun berbicara supaya tuduhan disematkan kepada kakaknya tidak mengarah kepada fitnah.
Permintaan senada dikemukakan Ketua Dewan Pembina Tim Pembela Muslim (TPM), M Mahendradtta. Dia meminta Bahrun menjelaskan tuduhan Tito.
"Bahrun Naim harus pulang, hadapi secara hukum. Polisi harus memberikan hak bicara, hak pakai pengacara sendiri, bukan pengacara yang dipaksakan. Perlakuan kepada Bahrun Naim juga harus sesuai HAM. Tidak semua pembelaan, tidak semua tuduhan itu benar. Jangan ada ancaman," kata Mahendradatta. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya