Bahan perakit bom ditemukan di indekos pelaku teror Gereja St Yosep
Merdeka.com - Polisi telah menggeledah indekos milik IAH (17), remaja yang hendak meledakkan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Jl Dr Mansyur, Medan pada Minggu (29/8). Hasil penggeledahan di indekos itu, ditemukan bahan-bahan untuk merakit bom.
"Ditemukan kabel-kabel tembaga, ada trafo, ada bubuk mesiu atau black powder. Tapi mungkin bukan mesiu karena di situ ada banyak baterai, itu yang namanya untuk flashlight," jelas Menko Polhukam, Wiranto, usai menghadiri acara pelantikan Hasyim Asy’ari sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017 di Istana Negara, Senin (29/8).
Selain itu, ditemukan juga bohlam sebanyak 85 biji dan sejumlah batangan pipa gorden.
"Ada juga di situ ditemukan beberapa bahan bahan yang disinyalir merupakan satu prosesi untuk membuat bom tapi sangat sederhana," ujar ketua umum nonaktif Partai Hanura ini.
Sementara itu, lanjut dia, ransel yang dibawa pelaku ke Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph diketahui berisi enam batangan pipa gorden. Di dalam pipa tersebut, pelaku meracik sejumlah bahan seperti semen bubuk mesiu hitam dan korek api.
"Tapi tidak meledak, meledaknya juga seperti petasan," papar dia.
Sebelumnya, Wiranto mengatakan IAH, coba meledakkan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph lantaran terobsesi dengan aliran Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal itu diketahui setelah aparat menemukan tulisan I Love Al-Baghdadi di ransel pelaku.
"Si anak ini terobsesi dengan Abu Bakar al-Baghdadi dari ISIS karena di situ, di ransel ditemukan I Love Al-Baghdadi," ungkap Wiranto.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya