Bahagia Menanti Bioskop Dibuka Lagi
Merdeka.com - Boim amat bahagia, mendengar kabar bioskop bakal diperbolehkan kembali buka oleh pemerintah. Dia bisa kembali mencari nafkah setelah berbulan-bulan menganggur di rumah.
Selama ini, karyawan yang bekerja di bioskop kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Tak ada pemasukan, tapi pengeluaran rutin dilakukan. Harus putar otak, sejumlah cara pun dilakukan demi menyambung hidup.
"Kesulitan mengatur keuangan karena pengeluaran hampir sama, tapi pemasukan berkurang. Jadi beberapa staf yang saya kenal mencoba untuk berjualan via online untuk menambahkan pemasukan," ujar Boim, Minggu (30/8).
Dia berharap kebijakan pemerintah tersebut benar terealisasi. Akibat PSBB, tempat Boim bekerja ditutup, bahkan terpaksa gajinya dipotong karena dirumahkan.
Meski demikian, Boim mengatakan, tidak menutup kemungkinan gaji akan naik kembali secara perlahan jika bioskop sudah dibuka.
Selama bioskop ditutup, Boim dan rekan-rekan kerjanya menghabiskan waktu dengan melakukan training health protocol untuk mempersiapkan jika bioskop akan dibuka kembali.
Training health protocol tersebut dilakukan secara offline dan online. Selain melakukan training, beberapa staf juga mengisi waktu dengan berjualan secara online untuk menambah pemasukan. Cara ini dilakukan untuk menyiasati pendapatan yang berkurang.
"Sudah (mendapat informasi). Karena biasanya kami yang di operasional diminta bersiap sejak lama, ketika ada kepastian tanggal pembukaan kembali, kami sudah siap dengan segala sesuatu yang diperlukan khususnya untuk operasional di bioskop," ujarnya.
Pemerintah tengah bersiap membuka kembali bioskop di tengah pandemi Covid-19. Bioskop salah satu tempat hiburan yang hingga kini belum dibuka sejak merebaknya virus Corona di Indonesia.
Bioskop dianggap bisa memicu imunitas. Karena orang menonton bioskop disebut bahagia, sehingga bisa meningkatkan imun atau sistem kekebalan tubuh.
Di sisi lain, rencana pembukaan kembali tempat hiburan bioskop juga menuai kritik dari berbagai kalangan. Selain karena angka Covid-19 terus bertambah, ruang tertutup di bioskop dikhawatirkan menjadikan penyebaran virus tak terkendali.
Boim hanya bisa berharap bisa kembali bekerja. Apabila kabar itu hanya sekadar angin segar, dia khawatir, pelaku usaha bioskop gulung tikar, dia pun tak lagi bisa bekerja.
"Maka dari itu, bioskop sebagai sebuah perusahaan memaksimalkan di sisi pengamanan dalam penanganan untuk pencegahan covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari tim ahli. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir agar operasional berjalan lancar tanpa khawatir terjangkit virus covid-19," katanya.
Boim berharap, agar tanggal pasti pembukaan kembali bioskop dapat segera diumumkan dan bioskop dapat kembali mendapat pengunjung.
Boim juga berpesan agar jika bioskop kembali dibuka, pengunjung dapat mengikuti protokol kesehatan yang ada dan menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembukaan kembali bioskop akan dilakukan dalam waktu dekat. Bioskop akan kembali dibuka setelah ditutup sejak bulan April 2020 lalu saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
"Dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop akan kembali dibuka. Dan protokol kesehatan akan ditegakkan lewat regulasi detil dan adanya pengawasan yang ketat. Sehingga pelaku industri memberikan jasa kepada masyarakat tanpa resiko yang besar," ucap Anies.
Anies menjelaskan, kajian bioskop akan kembali dibuka merujuk kepada studi dan kajian para pakar terkait dengan penanganan dan pengelolaan kegiatan di dalam bioskop yang sudah dilakukan di berbagai negara.
"Jadi 47 negara saat ini kegiatan bioskop sudah berjalan seperti biasa. Bahkan di Korea Selatan, selama pandemi termasuk puncak pandemi mereka di sana bioskop tidak ditutup," kata dia.
Laporan Reporter Magang: Maria Brigitta Jennifer
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya