Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bacok adik ipar hingga tewas, Faoza dan Sofian diringkus polisi

Bacok adik ipar hingga tewas, Faoza dan Sofian diringkus polisi Faoza Naolo dan Sofian Hardi Nasution. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Naolo dan Sofian Hardi Nasution ditangkap polisi setelah mengeroyok dan membacok terhadap Yuslin Gule (27), warga asal Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara hingga tewas. Kedua pelaku membunuh korban pada Sabtu (8/10) lalu di Desa Tualang Timur Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

Kapolres Siak, AKBP Restika Perdamean Nainggolan, saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (25/10) mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku dipimpin Kapolsek Tualang Kompol Ali Dahmar. Kedua pelaku diintai berhari-hari hingga akhirnya dibekuk di tempat persembunyiannya.

"Faoza merupakan kakak ipar dari korban, Yuslin. Pelaku Faoza mengajak temannya Sofian melakukan pengeroyokan terhadap Yuslin hingga meninggal dunia," ujar Restika.

Dijelaskan Restika, polisi mengendus keberadaan keduanya saat berada di areal PT AD Kabupaten Pelalawan. Mendapat informasi itu, polisi langsung menuju lokasi yang dimaksud untuk memastikannya.

Saat itu, pelaku dan temannya menuju PT AIP di Perawang wilayah Kecamatan Tualang dengan tujuan untuk menemui istrinya menggunakan sebuah mobil, di lokasi itu keduanya berhasil diringkus polisi.

"Saat akan dibekuk, pelaku mencoba untuk melarikan diri. Namun, petugas dengan cepat mengejar kedua pelaku," ucapnya.

Restika menerangkan, pembunuhan terhadap korban berawal ketika istri Yuslin bernama Yunisa datang ke rumah abang kandungnya, Faoza, yang jaraknya 300 meter dari rumahnya.

Mereka datang bermaksud untuk pamit mencari kerja ke Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Yuslin pun menyusul ke rumah Faoza. Namun, ketika tiba di rumah abangnya, terjadi pertengkaran antara Yuslin dengan keluarga istrinya.

Tak senang diusir dari rumah abang iparnya itu, Yuslin kembali ke rumahnya lalu membawa sebilah parang. Sempat terjadi cekcok antara Yuslin dan istrinya di rumah itu. ‎Tiba-tiba, parang tersebut melukai telapak tangan sang istri.

Melihat adiknya terluka, Faoza pun memanggil temannya dan langsung mengambil senjata tajam dan membacok Yuslin di bagian wajah sebelah kiri dan kening, serta pergelangan tangan kiri hingga putus.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri. ‎Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tak dapat ditolong hingga mengembuskan napas terakhir.

"Kasus ini sedang kita selidiki, kedua pelaku kita tahan untuk proses hukum selanjutnya," pungkas Restika. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP