Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ayong, pengumbar tembakan stres karena ditinggal istri

Ayong, pengumbar tembakan stres karena ditinggal istri ilustrasi kejahatan pistol. sxc.hu

Merdeka.com - Sani Sebastian alias Ayong, pelaku penembakan di Komplek Green Garden menderita stres berat. Ayong stres karena ditinggal istri dan kedua anaknya.

"Sudah setahun ditinggal anak istrinya. Sudah setengah tahun ini Sani stres," ujar sepupu Sani, Popo saat ditemui di Mapolsek Kebon Jeruk, Selasa (22/5).

Pengakuan serupa juga diungkap oleh Eko, pegawai Sani. Eko yang sudah tujuh tahun bekerja dengan Sani mengatakan, sejak ditinggal sang istri, perilaku majikannya tersebut berubah.

"Saya rasa, sejak ditinggal istrinya, bapak jadi berubah," kata Eko.

Selain stres, perilaku mengemudi Sani sering dikeluhkan oleh warga Perumahan Green Garden, Blok C RT 09/03, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Dia kalau bawa mobil selalu ngebut. Bahkan kalau masuk komplek enggak pernah ngambil kartu masuk komplek," kata petugas keamanan komplek Muchtar.

Melihat aksi ngebut Ayong, pihak keamanan bahkan sudah berencana mengeroyoknya. Muchtar juga menambahkan, bahkan Ketua RT 09 yang tinggal tepat di depan rumah Ayong sering mengeluhkan aksi ngebut itu. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP