Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ayam kampus, mengorbankan moral untuk jadi glamor

Ayam kampus, mengorbankan moral untuk jadi glamor Ilustrasi prostitusi. ©shutterstock.com/Tiplyashin Anatoly

Merdeka.com - Maraknya praktik prostitusi yang dilakukan mahasiswi yang biasa dikenal dengan istilah 'ayam kampus' merupakan fenomena memprihatinkan. Hal ini dinilai sebagai indikator semakin menurunnya kualitas moral masyarakat.

"Saya kira ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya kasus seperti itu," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/2).

Said menilai, menurunnya kualitas moral itu tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurut dia, hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menekan agar fenomena tersebut tidak semakin meluas.

"Itu kembali ke moral tanggung jawab kita bersama, semuanya, dari orang tua sampai masyarakat semua harus bertanggung jawab," kata Said.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarif mengatakan, fenomena ayam kampus merupakan potret ketertundukan generasi muda pada pengaruh modernisme. Menurut dia, hal itu seharusnya tidak terjadi mengingat mahasiswi merupakan kelas sosial dengan tingkat pengetahuan yang tinggi.

"Mungkin karena dia terpengaruh kehidupan yang glamor di luar jangkauan kemampuannya sehingga mengakibatkan yang bersangkutan ingin mengambil jalan pintas. Sedangkan moralnya mungkin tidak memenuhi," ucap Sugiri.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP