Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Awas, ular cobra & sanca juga banyak berkeliaran di kota

Awas, ular cobra & sanca juga banyak berkeliaran di kota Penjinak ular Sioux Snake Rescue. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tinggal di perkotaan besar apalagi perumahan elite, bukan jaminan terbebas dari ular liar. Asal tahu saja, ular paling berbisa sebenarnya sering nyasar ke rumah warga.

Ketua Divisi Sioux Snake Rescue, Erwandi Supriadi, mengatakan di perkotaan ular jenis apapun bisa saja ada. Tidak berbisa, berbisa, hingga yang paling berbahaya seperti ular sanca dan cobra pasti ada di wilayah perkotaan. Tapi jumlahnya tak sebanyak ular welang weling, ular pucuk, ular ijo ekor kuning, dan ular tampar yang sering ditangkap warga.

"Saya pernah menemukan babycobra di Pancoran. Oktober tahun lalu juga banyak laporan ada ular Cobra di Tangerang. Di Depok juga banyak laporan muncul ular berbisa sepanjang November–Januari. Di kota lain seperti Bali, Medan, Riau, dan Lampung juga sering telepon," ungkap Erwandi yang akrab disapa Elang, saat bertemu merdeka.com, Rabu (18/2).

Dari laporan tim SSR, sepanjang tahun 2014 kemarin 100 ekor ular di Jakarta dan daerah sekitarnya ditangkap. Misalnya di Cibubur tim SSR pernah menangkap 9 ekor babycobra pada akhir tahun 2013. Juga tertangkap ular sanca (phyton) sepanjang 2,5 meter di Kepa Duri, Jakarta Barat. Kemudian tim SSR juga menangkap seekor cobra di Pondok Cabe pada awal tahun 2014.

Ular cobra kembali ditangkap di Kompleks DKI, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada April 2014. Pernah juga cobra ditangkap di sekolah dasar di Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian di Depok, ada sanca sepanjang 3 meter. Lalu di Joglo, Jakarta Barat, tim SSR secara dramatis menangkap sanca sepanjang 3,5 meter dengan berat 14,5 kg pada Oktober 2014.

"Kemarin saya pernah ditelepon ada ular di indekos putri di UI Depok. Saya ke sana ternyata cobra. Nggak lama mereka telepon lagi ternyata masih ada cobra yang lain di sana," tutur Elang.

Lalu kenapa ular masih suka berkeliaran di daerah perumahan dan perkotaan?

Menurut Elang ada kemungkinan ular-ular tersebut hanyut terbawa banjir kiriman kemudian tersesat di Ibu Kota. "Ular biasanya banyak pasca banjir. Ular-ular itu hanyut terbawa arus dan tersesat di perkotaan. Kalau Jakarta itu ularnya dari Bogor," kata Elang.

Habitat hidup ular yang makin berkurang juga menjadi penyebab ular-ular itu bertandang ke rumah warga. Penyebab yang paling pasti adalah karena adanya mangsa yang dibutuhkan ular-ular tersebut.

"Ular kan makannya tikus. Kalau tempatnya banyak sampah jadi banyak tikus. Sedangkan tikus adalah makanan utama ular. Ular akan ada kalau di situ ada mangsanya," kata Elang.

Elang menambahkan tumpukan barang-barang bekas juga berpotensi jadi sarang tikus. Jadi jika ada barang bekas sebaiknya dibuang. Sampah juga harusnya dibungkus agar tidak ada tikus. Sebab bisa jadi ular yang masuk rumah itu karena sedang mengejar mangsa. Penglihatan ular sangat kurang sehingga dia sering tersesat. Saat masuk rumah, ular kebingungan mencari jalan keluar dan akhirnya terjebak di dalam rumah.

"Rumah yang dekat dengan lahan kosong dan daerah perairan, juga berpotensi adanya ular. Agar ular tidak masuk rumah, maka akses masuknya harus ditutup. Dahan pohon jangan terlalu dekat, saluran air ditutup dengan saringan, dan jika dekat kebun lebih baik dibangun tembok," begitu saran Elang.

Jika ada warga yang menemukan ular, Elang mengimbau agar jangan panik. Segera hubungi tim SSR dan muscle (istilah untuk anggota SSR) akan meluncur ke TKP. SSR tidak memungut bayaran alias gratis jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan timnya. Elang juga mengatakan agar ular yang ditemukan jangan dibunuh. Hal ini agar ekosistem bisa berjalan normal. Sebab jika ular punah, maka tikus akan semakin banyak.

"Orang kota bisa repot kalau banyak tikus. Petani juga kasihan jadi gagal panen. Jadi ularnya kita evakuasi dan kita kembalikan ke habitatnya." kata Elang.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP