Autopsi sementara, pembuluh darah Allya pecah
Merdeka.com - Proses autopsi terhadap jenazah Allya Siska Nadya (33) yang diduga menjadi korban malapraktik di Klinik Chiropratic First, masih berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (13/1). Beberapa orang anggota keluarga menyaksikan langsung proses autopsi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB.
Tante korban, Fia Trissia (52) menuturkan, rencana awal proses autopsi akan dilakukan di Rumah Sakit, tapi akhirnya dilakukan di TPU Tanah Kusir. Keluarga mensyukuri jasad Allya masih utuh. Hanya saja ada beberapa bagian tubuh yang menunjukkan kejanggalan kematian Allya.
"Ada pembuluh darah pecah, masih diperkirakan kena pukulan benda tumpul, diperkirakan karena ada perlakuan kasar," ujar Fia.
Namun dia tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Keluarga menyerahkan sepenuhnya pada polisi. Pihak keluarga hanya berharap proses autopsi bisa membuka tabir kematian Allya yang dinilai janggal. "Agar kasus ini terulang."
Tim dokter forensik memeriksa seluruh bagian tubuh Allya. Termasuk paru-paru. Dia tidak mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan autopsi. "Semoga hasilnya terbaik untuk menjelaskan kasus ini," tambah Ati, salah satu tante korban.
Untuk diketahui, Allya Siska Nadya diketahui tewas usai melakukan terapi di Klinik Chiropractic Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan pada 7 Agustus 2015 lalu. Diduga Allya menjadi korban malapraktik klinik tersebut. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya