Atraksi Balon Udara di Langit Wonosobo dan Tegal Dikeluhkan Banyak Pilot
Merdeka.com - Sebanyak 26 pilot telah mengirimkan nota reportnya terkait adanya gangguan penerbangan karena balon udara yang terbang setinggi 37 ribu kaki wilayah Wonosobo dan Tegal. Saking banyaknya balon udara yang terbang liar, sampai ada yang jatuh di landasan pacu Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.
"Banyak pilot yang merasa terganggu dan menghalangi jarak pandang penerbangan Solo, Semarang, dan menuju arah Jakarta. Ada satu balon udara jatuh di landasan pacu Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang," kata Manager Operasional Airnav Cabang Semarang, Kelik Widjanarko, saat dikonfirmasi, Kamis (13/6).
Ukuran balon berukuran besar yang diterbangkan di langit, bisa berpotensi menutupi kaca kokpit maupun masuk ke dalam mesin turbin pesawat.
"Paling berbahaya jika ada balon yang tersedot masuk dalam mesin berpotensi mesin meledak," jelasnya.
Balon udara itu mulai ramai di langit sejak hari Lebaran kemarin. "Temuan yang ada saat ini terbilang sangat masif dibanding tahun lalu," jelasnya.
Saat ini, pihak Airnav Cabang Semarang telah mengeluarkan Notice To Airmen (NOTAM) sebagai sinyal peringatan bagi seluruh maskapai penerbangan untuk menghindari gangguan balon udara. NOTAM sudah berlaku sejak awal bulan puasa hingga akhir Juni nanti.
Pihaknya telah meminta kepada Pemkot Pekalongan, Pemkab Wonosobo maupun pemda lainnya yang merayakan Syawal supaya mengeluarkan imbauan terkait balon udara tersebut.
"Penambatan balon udara relatif aman dan tidak akan mengganggu arus penerbangan. Ini sesuai instruksi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 40 tahun 2018 agar balon udara tidak lagi membahayakan keselamatan penerbangan," tutup Kelik Widjanarko.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya