Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Atlet Indonesia peraih emas ini buka warung untuk biaya hidup

Atlet Indonesia peraih emas ini buka warung untuk biaya hidup Adya Novali. ©2015 merdeka.com/al amin

Merdeka.com - Pada tahun 1998, sejumlah negara khususnya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dihantam krisis moneter (krismon). Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini berimbas ke kehidupan berjuta-juta orang.

Salah satu orang yang terkena imbas dari krismon ini adalah Adya Novali, seorang remaja asal Kalimantan yang bercita-cita ingin melanjutkan pendidikannya di Jakarta. Setelah menamatkan sekolahnya di Pontianak, pria kelahiran 7 Juli 1979 harus mengubur niatnya untuk kuliah di fakultas teknik salah satu universitas yang ada di Jakarta.

"Tahun 1998 padahal saya sudah di Jakarta. Mau lanjuti kuliah perekonomian lagi rusuh. Akhirnya saya berpikir untuk bekerja. Rencananya saya mau ambil jurusan teknik mesin di universitas di Jakarta," ujar Adya saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Merasa peluangnya untuk melanjutkan kuliah pupus, Adya yang sudah berada di Jakarta akhirnya memilih kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selama di ibukota, bungsu dari delapan bersaudara ini tinggal bersama saudara.

Adya menjelaskan, selama di Jakarta, pekerjaan apa pun dilakoninya, salah satunya berdagang keperluan sehari-hari. "Apa saja saya kerjakan, termasuk berjualan," ujarnya.

Kini, meski namanya sudah mendunia, Adya mengaku masih menjalankan beberapa pekerjaan untuk dapat menutupi kebutuhan hidupnya. Salah satunya dengan cara membuka toko kelontong di rumah yang disewanya selama empat tahun terakhir.

"Yah begini, untuk menutupi biaya hidup, saya buka usaha kelontong di rumah. Yang jaga terkadang istri saya. Selain itu, terkadang saya juga menjual makanan sehat bagi orang yang ikut fitness. Pendapatan saya sebagai personal trainer juga kurang mencukupi," ujarnya.

Suami dari Anita Novali dan ayah dari Allena Dinata Novali ini mengaku, meski dirinya telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia, dirinya pesimis adanya bantuan dari pemerintah. Saat berangkat menuju Amerika untuk mengikuti Arnold Sport Festival, Adya menggunakan biaya sendiri dan donatur dari Paul Colston, warga negara Amerika yang menjadi rekan di tempatnya melatih fitness.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menyayangkan seleksi yang tak sehat sehingga atlet terbaik seperti Adya tak diperhatikan. Pernyataan tersebut diungkapkan politikus PKB itu saat menyambangi rumah Adya.

"Ini ke depan tidak boleh terjadi lagi. Karena ada seleksi yang salah, muncul kejadian seperti ini," kata Imam Nahrawi di kediaman Adya.

(mdk/amn)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP