Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Atasi banjir di Solo, pemerintah gelontorkan dana Rp 400 miliar

Atasi banjir di Solo, pemerintah gelontorkan dana Rp 400 miliar Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan menggelontorkan anggaran Rp 400 miliar untuk pengendalian banjir di Kota Solo. Anggaran tersebut akan dikucurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Kepala BBWSBS Yudi Pratondo mengatakan, program pengendalian banjir di Kota Solo dinilai penting, mengingat Solo merupakan kota kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus menjadi ibu kota ke dua setelah Jakarta. Dia mengatakan, proyek pengendalian banjir ini, meliputi pembangunan parapet Demangan-Jembatan Mojo, normalisasi Kali Pepe-jembatan Bandara Adisumarmo, serta pembangunan bendung karet Tirtonadi.

"Kementerian PU akan memaksimalkan proyek pengendalian banjir, karena Solo sebagai kediaman presiden. Salah satu proyek akan dikerjakan adalah normalisasi Kali Pepe dari Tirtonadi hingga jembatan Bandara Adisumarmo Boyolali," ujar Yudi kepada wartawan, Senin (25/1).

Yudi menilai, normalisasi Kali Pepe mendesak dilakukan agar bencana banjir yang melanda Kota Solo Maret tahun lalu tidak terulang kembali. Sebab banjir akibat meluapnya Kali Pepe saat itu bahkan nyaris mendekati kediaman Presiden Joko Widodo di wilayah Sumber.

"Normalisasi Kali Pepe akan kita lakukan dengan mengembalikan lebar sungai menjadi 40 meter. Sehingga dengan normalisasi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi banjir. Selain itu BBWSBS akan membuat embung penampung air di Bendung Karet Tirtonadi," jelasnya.

Dia menambahkan, nantinya bendungan akan ditinggikan 3,5 meter sehingga mampu menampung air sekitar 2 juta meter kubik. Sedangkan saat ini daya tampung airnya tidak sampai 500.000 meter kubik. Tampungan ini, lanjut dia, sekaligus bisa digunakan untuk cadangan air dan taman wisata air.

Menurut Yudi, BBWSBS perlu berkoordinasi dengan Pemkot untuk membahasnya. Selain bendung karet Tirtonadi dan normalisasi Kali Pepe, BBWSBS juga akan membangun parapet sepanjang 4,2 km dari Demangan hingga Jembatan Mojo.

"Parapet ini sebagai pengendalian banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo," katanya.

Pelaksana Harian (Plh) Penjabat (Pj) Wali Kota Solo Budi Yulistianto menambahkan pihaknya segera berkoordinasi dengan BBWSBS untuk membahas sejumlah proyek pembangunan terkait pengendalian banjir di Solo. Termasuk, membahas warga yang bakal terkena proyek bendung karet Tirtonadi.

"Saat ini Pemkot masih mendata jumlah warga yang terkena proyek itu. Kalau hasil pendataan selesai, kami segera koordinasi dengan BBWSBS," pungkasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP