Asiknya ngobrol dengan Mbah Gotho, meski butuh perjuangan
Merdeka.com - Ngobrol dan berbincang dengan Mbah Gotho memang sangat menyenangkan. Apalagi bila kakek berusia 145 tahun itu sudah merasa nyaman atau nge-klik.
Namun untuk membuat kakek bernama kecil Saparman ini nge-klik perlu perjuangan cukup berat. Selain pendengaran yang sudah berkurang, saat kita bertanya pun harus dieja agar bisa dimengerti.
Saat merdeka.com bertandang ke kediamannya Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Kamis (1/9) pagi, pria yang sekarang bernama Sodimejo itu sedang duduk sendiri di kursi teras. Sejumlah cucu sedang berada di luar rumah. Saat diajak ngobrol, dia hanya diam. Beberapa kali disapa Sodimejo baru bersuara.
"Sopo iki, bocah ngendi, anakke sopo kowe. (Siapa ini, rumahnya mana, anak siapa kamu)?" ujarnya tegas.
Usai menanyakan identitas, tak lantas Mbah Gotho nyambung dan melanjutkan pembicaraan. Namun saat disodorkan sebatang rokok, dia tampak berbinar dan bersemangat. Isapan kedua, Mbah Gotho mulai nyaman dan nyambung menjawab pertanyaan.
Satu pertanyaan bisa dijawab lebih dari 5 menit olehnya. Meski kadang ngelantur, namun ia masih sangat ingat dengan kejadian-kejadian masa lalu yang dilewatinya sepanjang 100 tahun lebih.
"Yaa begitu mas, kalau sudah seneng banyak cerita simbah," ucap Suwarti, salah satu cucu Mbah Gotho.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya