Arus balik Natal & Tahun Baru di Stasiun Purwokerto naik 26 persen
Merdeka.com - Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru di Stasiun Purwokerto Jawa Tengah memasuki masa puncaknya pada akhir pekan ini. Menurut catatan humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, presentase kenaikan mencapai 25 persen dibanding tahun lalu.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, puncak arus balik akan terjadi hari Minggu (3/1). Sedangkan, jumlah penumpang kereta api yang naik dari stasiun Purwokerto akan mencapai 5 ribuan penumpang. Dia mengemukakan, puncak arus balik pertama terjadi pada Minggu (27/12) lalu.
"Penumpang KA yang naik dari stasiun Purwokerto mencapai 4.969 orang. Untuk Minggu (3/1) ini, diperkirakan merupakan puncak yang kedua. Berdasarkan pantauan ticketing, jumlahnya akan mencapai 5000 an penumpang di Stasiun Purwokerto," katanya, Sabtu (2/1).
Lanjutnya, kenaikan jumlah penumpang pada angkutan Natal Tahun Baru, pada masa sekarang di stasiun Purwokerto rata-rata per harinya mencapai 25 persen dibanding tahun lalu. Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api, katanya, terlihat dari habisnya tiket ke tujuan Jakarta sampai keberangkatan tanggal 5 Januari 2016.
"Sedangkan untuk tujuan Bandung sudah habis sampai Minggu (3/1), untuk keberangkatan tanggal 4/1 tiket yang masih tersedia tinggal sekitar seratusan tiket. Sehingga, volume penumpang kereta api selama angkutan Natal dan Tahun Baru musim ini, sejak 20 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016 di wilayah Daop 5 Purwokerto sebanyak 149.309 penumpang. Jumlah ini, naik 26 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 118.521 penumpang," jelasnya.
Lebih jauh, dia mengatakan pada masa peak season seperti angkutan natal masih sering terjadi kasus penumpang ketinggalan kereta api. Surono menuturkan, penumpang yang tertinggal kereta api, karena datang ke stasiun mendadak waktunya.
"Lebih parah lagi, banyak penumpang yang datangnya mepet, padahal tiketnya belum dicetak," jelasnya.
Tak hanya itu, kata Surono, ada beberapa kejadian penumpang tertinggal karena menunggu proses cetak tiket. Pada saat peak season seperti angkutan natal ini antrean cetak tiket juga cukup panjang. Untuk menghindari kejadian ini, sebaiknya calon penumpang mencetak tiket tidak pada saat keberangkatan karena akan sangat riskan tertinggal kereta api.
"Yang sudah pesan tiket secepatnya dicetak, jadi saat keberangkatan bisa langsung boarding tidak perlu repot cetak tiket," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya