Arus balik di Stasiun Senen, penumpang keluhkan banyak AC mati
Merdeka.com - Perasan lega menyelimuti hati Muhamad Tohir (37) ketika Kereta Api (KA) Serayu tiba di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Perjalanan selama dua jam dari Stasiun Karawang, Jawa Barat, terasa melelahkan oleh gerah di dalam KA Serayu.
Tohir, begitu panggilannya, pulang dari kampung halaman bersama istri dan anak mereka yang masih kecil. Dia mengeluhkan sistem air conditioner (AC) di dalam KA Serayu yang tak berfungsi dengan baik.
"AC tidak menyala. Anak-anak kecil menangis karena gerah di dalam kereta," cerita Tohir kepada merdeka.com di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (9/7).
Selain mengeluhkan AC yang tak berfungsi dengan baik, Tohir juga mengaku pelayanan KA Serayu belum berjalan dengan baik. Waktu keberangkatan yang tidak tepat menjadi alasan kenapa pria yang tinggal di Tanjung Priok ini merasa tak nyaman.
"Masih ngaret, Mas. Di karcis tertulis berangkat pukul 2.27 WIB tapi tadi baru berangkat 3.30," jelas dia.
KA Serayu membawa penumpang 567.000 orang hari ini dengan 6 gerbong kelas ekonomi dari Stasiun Purwekerto, Jawa Barat. Menurut Tohir, masih banyak penumpang yang berdiri selama perjalanan.
"Meski kelas ekonomi seharusnya diperlakukan sama yah," tuturnya.
Di sisi lain, soal ketepatan waktu ini diklaim hampir tepat 90 persen oleh Wakil Kepala Stasiun Pasar Senen, Arief Nugroho. "Alhamdulilah hampir 90 persen kita tepat waktu ya," katanya ketika berbincang dengan awak media di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya